Nasional

Perkuat Digitalisasi Bansos, Menkomdigi: 50 Juta Akan Akses Bersamaan

Bagikan:

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan pemerintah memperkuat digitalisasi bantuan sosial untuk menjangkau sekitar 50 juta masyarakat yang diproyeksikan dapat mengakses portal secara bersamaan. Pernyataan itu disampaikan usai Rapat Koordinasi Persiapan Rollout Nasional Pelaksanaan Perluasan Piloting Digitalisasi di Kantor Dewan Ekonomi Nasional, Jakarta, Jumat, 11 September 2026.

Uji beban dan keamanan sistem

Untuk memastikan portal bansos berjalan andal saat rollout, Kemkomdigi menyiapkan stress test dan load test. Pengujian bertujuan mengidentifikasi titik lemah infrastruktur dan memastikan layanan tidak terganggu ketika pengguna memuncak.

Selain kapasitas, fokus pengujian juga pada aspek keamanan data pribadi penerima bansos. Menkomdigi menegaskan perlindungan informasi pengguna menjadi prioritas agar tidak terjadi kebocoran atau penyalahgunaan data.

Target pengguna dan jadwal rollout

Meutya menjelaskan portal digitalisasi bansos diproyeksikan dapat diakses oleh 50 juta masyarakat. Pemerintah menargetkan pelaksanaan rollout nasional pada Oktober 2026 dengan kesiapan sistem yang telah teruji.

Kolaborasi antarlembaga

Pengujian dilakukan bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan sesuai arahan Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan. Kolaborasi ini dimaksudkan agar pengukuran kapasitas dan penguatan keamanan dilakukan oleh pihak yang kompeten.

Meutya menekankan pentingnya sinergi teknis antarinstansi untuk menjamin keandalan layanan saat dimanfaatkan oleh jutaan pengguna sekaligus.

"Pelayanan harus andal, dan karena itu kita tahu ini menyangkut tadi kurang lebih angkanya 50 juta masyarakat yang kemungkinan secara bersamaan akan mengakses portal ini,"

Dampak, tantangan, dan langkah berikutnya

Implementasi digitalisasi bansos berpotensi mempercepat distribusi bantuan dan mengurangi kebocoran data penerima. Namun, tantangan teknis seperti kapasitas jaringan, kesiapan server, dan keamanan siber harus dijawab sebelum rollout nasional.

Pemerintah akan terus menguji dan menyempurnakan sistem hingga Oktober 2026, termasuk skenario pemulihan layanan jika terjadi gangguan. Keberhasilan tahap pengujian menjadi penentu utama efektivitas pelaksanaan digitalisasi bansos secara luas.

Dengan demikian, penguatan infrastruktur dan pengawasan keamanan menjadi kunci agar layanan digital bansos dapat dioperasikan dengan andal dan aman bagi jutaan masyarakat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait