Nasional

Rompi Pelampung di Anyer Dipastikan Bukan Milik Arupadhatu 1

Bagikan:
Tim SAR melakukan pencarian di perairan Anyer setelah penemuan rompi pelampung

Polda Banten memastikan rompi pelampung yang ditemukan di Perairan Anyer, Selat Sunda, tidak berasal dari kapal Arupadhatu 1. Pernyataan itu disampaikan Kapolda Banten Irjen Hengki pada Jumat, 11 September 2026, usai pemeriksaan terhadap pemilik kapal. Rompi ditemukan sehari sebelumnya saat operasi pencarian di sekitar Anyer.

Penemuan rompi dan lokasi

Rompi pelampung ditemukan oleh Kapal Angkatan Laut KAL Anyer I-3-64 Lanal Banten pada Kamis, 10 September 2026, di perairan dekat Anyer, Banten. Temuan itu sempat memunculkan dugaan keterkaitan dengan speed boat Arupadhatu 1 yang dilaporkan hilang kontak beberapa hari sebelumnya.

Keterangan Kapolda dan pemilik kapal

Polda Banten mendapat kepastian setelah memeriksa Sandi, pemilik Arupadhatu 1 dan Arupadhatu 2. Menurut pemeriksaan itu, tipe rompi pelampung yang ditemukan tidak digunakan di kapal milik Sandi.

"Bahwa hasil pemeriksaan maupun interogasi kepada Bapak Sandi selaku pemilik kapal, karena pemilik kapal ada dua kapal. Arupadhatu 1 maupun Arupadhatu 2, tidak menggunakan life jacket seperti yang ditemukan,"

"Jadi, itu bukan merupakan milik kapal Arupadhatu 1 yang sampai sekarang belum ditemukan,"

Pernyataan tersebut memperjelas bahwa barang temuan tak serta-merta mengonfirmasi keberadaan kapal atau penumpangnya.

Korban dan kronologi hilang kontak

Speed boat Arupadhatu 1 dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, pada Selasa, 8 September 2026. Kapal saat itu membawa delapan orang yang hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten menyatakan jumlah penumpang sebagai berikut:

  • Dua awak kapal: Warta (55) — kapten; Surakman (60) — ABK
  • Satu pemandu: Heriyanto (49)
  • Lima jurnalis: M. Bagus Khoirunnas (pewarta foto), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (freelance)

Upaya SAR dan pembagian sektor pencarian

Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian. Hingga hari keempat, operasi terus berjalan dengan pembagian sektor yang ditentukan Basarnas Provinsi Banten. Pencarian meliputi penyisiran laut dan pemantauan langsung di sekitar titik terakhir kapal dilaporkan hilang kontak.

Autoritas menegaskan temuan rompi tidak mengubah strategi pencarian. Pencarian akan tetap dilanjutkan sampai ada informasi baru yang mengarahkan ke lokasi kejadian.

Proses identifikasi barang-barang yang ditemukan di laut akan terus dilakukan untuk memastikan apakah ada bukti lain terkait hilangnya Arupadhatu 1 dan penumpangnya.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait