Basarnas Optimalkan Pencarian 8 Orang Hilang di Anak Krakatau
Basarnas menjalankan operasi pencarian selama tujuh hari untuk menemukan delapan orang yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau. Operasi berlangsung sejak Selasa, 8 September 2026 sampai Senin, 14 September 2026, dan melibatkan berbagai unsur untuk memastikan upaya pencarian berjalan optimal.
Durasi dan metode operasi
Operasi pencarian dilaksanakan sesuai pedoman IAMSAR Guidelines dan direncanakan berlangsung berturut-turut selama 7 hari. Pada hari ketujuh, tim akan mengadakan rapat evaluasi untuk menentukan kelanjutan operasi berdasarkan kondisi dan perkembangan di lapangan.
"Kalau mengacu kepada IAMSAR Guidelines, bahwa operasi ini akan dilaksanakan berturut-turut selama 7 hari. Kemudian nanti pada saat hari ketujuh, kita akan laksanakan rapat evaluasi yang melibatkan semuanya," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.
Jadwal harian dan pelaksanaan lapangan
Kegiatan pencarian berlangsung setiap hari mulai pagi hingga sekitar pukul 17.00 WIB dengan memanfaatkan sarana yang tersedia. Penghentian penggunaan sarana pada sore hari tidak berarti seluruh upaya dihentikan; aktivitas pengawasan dan imbauan bagi pengguna laut tetap dilakukan.
"Yang berhenti misalkan dari jam 7 sampai jam 5 sore adalah sarana prasarana yang memang penuh keterbatasan. Tapi bagi pengguna lalu lintas laut, kita akan men-declare secara simultan terus-menerus mengimbau kepada pengguna laut ini," ucap Mohammad Syafii.
Kronologi dan identitas korban
Delapan orang dilaporkan hilang setelah berlayar dari kawasan Carita, Pandeglang, Banten, menuju sekitar Gunung Anak Krakatau untuk peliputan. Mereka terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal. Identitas yang disebutkan dalam operasi ini adalah:
- M. Bagus Khoirunnas
- Ari Basuki
- Yudistiro Pranoto
- Firman Daus
- Donal Husni
- Kapten speedboat Warta
- Awak kapal Sukarman
- Pemandu Heriyanto
Koordinasi antar unsur dan evaluasi
Basarnas menyatakan koordinasi terus dijalankan bersama PVMBG, BMKG, dan unsur medis. Seluruh temuan dan masukan dari unsur terkait akan menjadi bahan evaluasi berkala untuk menentukan langkah pencarian selanjutnya.
"Seluruh informasi temuan di lapangan akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah pencarian berikutnya hingga operasi berakhir nantinya," ujarnya.
Status terkini dan imbauan
Tim gabungan masih melakukan pencarian intensif di perairan Selat Sunda. Operasi menyesuaikan kondisi keselamatan petugas serta perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau setiap harinya. Basarnas mengimbau pengguna laut untuk ikut membantu pencarian dengan tetap memprioritaskan keselamatan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Evaluasi pada hari ketujuh akan menentukan apakah operasi dilanjutkan, diperpanjang, atau disesuaikan dengan situasi di lapangan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPR Apresiasi Bea Cukai Jakarta Tindak Peredaran Rokok Ilegal
Komisi III DPR apresiasi Bea Cukai Jakarta atas penindakan peredaran rokok ilegal yang dinilai membantu pene...
Kapolri: Jaga Keseimbangan Perusahaan dan Kesejahteraan Buruh
Kapolri Listyo Sigit menekankan pentingnya keseimbangan antara keberlangsungan perusahaan dan kesejahteraan...
Kapolri: Jadikan Buruh Aset, Mitra, dan Keluarga Perusahaan
Kapolri Listyo Sigit mendorong pengusaha menjadikan buruh sebagai aset, mitra, dan keluarga perusahaan demi...
DPR Dukung Bea Cukai Kejar Produsen dan Pemodal Rokok Ilegal
DPR mendukung Bea Cukai menindak rokok ilegal sampai ke produsen dan pemodal untuk melindungi penerimaan neg...
GAPKI Perkuat Mitigasi Karhutla, Bantu Pemadaman hingga Helikopter
GAPKI meningkatkan kesiapsiagaan dan membantu pemadaman karhutla, termasuk di sekitar Bandara Banjarmasin da...
Pemilik Arupadhatu 1: Jaket Pelampung Temuan di Anyer Bukan Milik Kapal
Pemilik Arupadhatu 1, Sandi Wiyasa, menyatakan jaket pelampung oranye yang ditemukan di barat Anyer bukan mi...