Nasional

Politeknik ATI Makassar Raih Emas dan Perak di iCompEx 2026

Bagikan:
Tim Politeknik ATI Makassar membawa medali emas dan perak hasil iCompEx 2026

Politeknik ATI Makassaremas dan perak pada International Innovation and Invention Competition Through Exhibition (iCompEx) 2026 setelah menampilkan inovasi berbasis teknologi dan kecerdasan buatan untuk keselamatan bangunan dan prediktif pemeliharaan infrastruktur industri. Penghargaan ini diumumkan pada kompetisi yang digelar Agustus 2026 secara daring.

Prestasi di iCompEx 2026

Tim dari Program Studi Otomasi Sistem Permesinan (OSP) Politeknik ATI Makassar memenangkan dua penghargaan pada kategori Machines, Equipment & Manufacturing Processes. Medali emas diraih oleh inovasi RESCUE-SYNC AI: Next-Gen Autonomous Building Emergency Ecosystem, sementara medali perak diperoleh oleh UNIT SENSE AI: Smart AI Solution for Predictive Pump Maintenance & Utility Infrastructure.

Tim, pengembangan, dan format lomba

Kedua tim diketuai oleh dosen dan mahasiswa OSP: Hamdan Gani (RESCUE-SYNC AI) dan Muhammad Fadli Azis (UNIT SENSE AI). Mereka mengikuti kompetisi secara daring yang diselenggarakan bersama oleh Universiti Kebangsaan Malaysia dan Politeknik Sultan Abdul Halim Muadzam Shah.

Dukungan Kemenperin untuk pendidikan vokasi

Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Adie Rochmanto Pandiangan, menilai capaian ini sejalan dengan berbagai prestasi unit pendidikan Kemenperin dan bukti kualitas peserta didik.

“Politeknik, akademi komunitas, maupun SMK di bawah naungan Kementerian Perindustrian telah meraih berbagai prestasi akademik maupun nonakademik yang membanggakan. Hal tersebut menunjukkan jiwa kompetitif dan kualitas anak didik yang suatu saat akan turut menggerakkan roda industri manufaktur.”

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menekankan pentingnya penguasaan teknologi dan kemampuan adaptasi sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Visi Indonesia Emas 2045 tidak hanya bisa dicapai dengan pembangunan infrastruktur atau investasi modal. Tetapi juga harus ditopang oleh fondasi SDM Indonesia yang unggul.”

Prestasi vokasi lain dan peluang internasional

Selain Politeknik ATI, program vokasi Kemenperin mencatat beberapa keberhasilan internasional. Contohnya, tiga siswa SMK-SMTI Pontianak memperoleh beasiswa studi di Tiongkok:

  • Elbert Henrilsen — GXU Top Discipline Scholarship untuk Mechanical Design, Manufacturing and Its Automation di Guangxi University.
  • Rizal Firany — Guangxi Government Scholarship untuk Equipment Intelligence Technology di Liuzhou Polytechnic University (LZPU).
  • Yuga Arkadiva — Taohuayuan Scholarship untuk program Chinese Language di Changde Vocational Technical College (CVTC).

Selain itu, SMK-SMAK Bogor menempati peringkat pertama SMK Negeri dengan rata-rata tes kemampuan akademik tertinggi di Jawa Barat, memperkuat bukti kualitas akademik pendidikan vokasi di lingkungan Kemenperin.

Makna dan harapan ke depan

Penghargaan di iCompEx 2026 menjadi indikator bahwa integrasi pembelajaran berbasis kompetensi, teknologi, dan praktik industri mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan manufaktur dan keselamatan. Kemenperin melalui BPSDMI terus mendorong model dual system pada politeknik, akademi komunitas, dan SMK untuk memperkuat keterkaitan pendidikan dengan dunia industri.

Adie berharap prestasi ini memotivasi siswa, tenaga pendidik, dan unit pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas dan melahirkan karya yang bermanfaat bagi transformasi industri nasional.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait