JPU Banding atas Vonis Tiga Terdakwa Korupsi Kapal Tunda di Belawan
Medan — Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Belawan mengajukan banding atas vonis tiga terdakwa kasus korupsi pengadaan dua unit kapal tunda kapasitas 2 x 1.800 HP untuk Cabang Dumai PT Pelindo Regional I Belawan periode 2018–2021. Pengajuan banding dilakukan ke Pengadilan Tinggi Medan karena jaksa keberatan dengan pasal yang diterapkan majelis hakim PN Medan pada putusan perkara ini.
Alasan JPU mengajukan banding
Kepala Seksi Intelijen Kejari Belawan, Daniel Setiawan Barus, menyatakan JPU tidak sependapat dengan penerapan pasal dalam putusan. Menurutnya, pasal yang dijatuhkan berbeda dengan yang dituntut.
"JPU banding, karena pasal yang diputus majelis hakim berbeda dengan tuntutan,"
Sikap serupa disampaikan JPU Chris Agave V. Berutu. Ia menegaskan alasan banding adalah ketidaksesuaian pasal dalam putusan dengan tuntutan jaksa.
"Sikap JPU banding, ya. Alasannya karena pasal di putusan tidak sesuai dengan yang kami tuntut,"
Putusan Pengadilan Negeri Medan
Majelis hakim PN Medan menyatakan para terdakwa terbukti bersalah berdasarkan dakwaan alternatif kedua. Vonis yang dijatuhkan berbeda-beda untuk tiap terdakwa, dengan pertimbangan yang tercantum dalam putusan.
| Terdakwa | Jabatan saat perkara | Vonis | Denda | Subsider |
|---|---|---|---|---|
| Hosadi Apriza Putra | Mantan Direktur Teknik PT Pelindo Regional I Belawan | 5 tahun penjara | Rp200 juta | 80 hari |
| Rudy Sunaryadi | Mantan Kepala Cabang Pratama Komersial BKI Belawan | 8 tahun penjara | Rp200 juta | 80 hari |
| Bambang Soendjaswono | Mantan Direktur Utama PT Dok dan Perkapalan Surabaya | 10 tahun penjara | Rp300 juta | 100 hari |
Perhitungan kerugian negara dan uang pengganti
Jaksa awalnya menyatakan kerugian keuangan negara sebesar Rp92,35 miliar. Namun majelis hakim menilai kerugian yang timbul sebesar Rp79 miliar. Majelis menetapkan agar nilai Rp79 miliar dibebankan seluruhnya kepada korporasi, yaitu PT Dok dan Perkapalan Surabaya.
Ketiga terdakwa tidak dipidana untuk membayar uang pengganti (UP) karena majelis menilai perbuatan mereka telah memperkaya korporasi.
Tuntutan jaksa
Dalam surat tuntutan, JPU menuntut hukuman lebih berat dibanding vonis hakim. Rincian tuntutan jaksa adalah sebagai berikut:
- Hosadi: 7 tahun penjara dan denda Rp500 juta (subsider 140 hari).
- Rudy: 12 tahun penjara dan denda Rp500 juta (subsider 140 hari).
- Bambang: 15 tahun penjara dan denda Rp1 miliar (subsider 190 hari).
Jaksa menilai perbuatan memenuhi unsur tindak pidana sebagaimana diatur pada dakwaan alternatif pertama dan menuntut pertanggungjawaban pidana sesuai undang-undang tipikor serta KUHP baru yang relevan.
Proses hukum selanjutnya
Dengan diajukannya banding, perkara akan dilanjutkan di Pengadilan Tinggi Medan. Putusan PT Medan akan menentukan apakah hukuman dan pasal yang diterapkan PN Medan akan dikukuhkan, diperberat, atau diubah.
Kasus ini jadi sorotan karena melibatkan nilai kerugian negara yang besar dan implikasi bagi pertanggungjawaban korporasi dalam tindak pidana korupsi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekar menjadi 8% Flat per Tahun
Pemerintah menargetkan suku bunga PNM Mekar diturunkan menjadi 8% flat per tahun, didukung subsidi Rp2,6 tri...
Golkar Labura Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Fokus Konsolidasi
DPD Golkar Labuhanbatu Utara menerima SK kepengurusan 2025–2030 dan menargetkan konsolidasi serta regenerasi...
Razia di Rutan Banda Aceh, Senjata Tajam dan Benda Terlarang Ditemukan
Razia gabungan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh menemukan senjata tajam dan barang terlarang, namun tidak menem...
Wali Kota: Sabang Potensial Jadi Gerbang Ekonomi dan Hub Maritim
Wali Kota Sabang hadir di seminar IKAL Aceh dan sebut Sabang berpotensi jadi hub maritim serta butuh kepasti...
Reses DPRK Subulussalam: Warga Keluhkan Lampu Jalan, Usulkan BLK Kecamatan
Warga Penanggalan keluhkan lampu jalan padam, usulkan BLK kecamatan, air bersih, dan penambahan kursi DPRK p...
Tuntutan 3 Tahun untuk Dua PSK Terkait Pemerasan ASN BPN di Medan
Dua PSK, Fajar dan Junia, dituntut tiga tahun penjara atas pemerasan terhadap ASN BPN Nias, Apriaman Lase, y...