Jersey Soekarno Cup 2026: Identitas Daerah dan Pemberdayaan Lokal
SURABAYA — Jersey di Soekarno Cup 2026 tak sekadar seragam. Di Stadion Gelora 10 Nopember, pada 9 Agustus 2026, enam belas tim menampilkan kostum yang membawa nama daerah, cerita sejarah, dan simbol budaya masing-masing.
Jersey sebagai identitas dan pemberdayaan
Di turnamen ini, desain jersey berfungsi ganda: membedakan tim dan menyampaikan pesan identitas kultural. Selain ornamen tradisi, banyak kostum diproduksi oleh pelaku usaha lokal, menjadi ruang promosi serta pemberdayaan ekonomi daerah.
Banteng FC Jawa Timur: Jatim Wani dan produk lokal
Banteng FC Jawa Timur memilih warna hijau dengan slogan Jatim Wani. Desain menyelipkan rujukan ke kawasan Jembatan Merah sebagai simbol perjuangan Surabaya.
Produksi jersey sepenuhnya dilakukan di Jombang oleh pabrikan lokal yang berpengalaman menangani tim profesional. Pilihan bahan yang lebih ringan dan cutting mengikuti lekuk tubuh pemain menekankan kenyamanan permainan.
"Kita mengusung tema Wani sebagai kekuatan orang Jawa Timur. Kami berikan yang terbaik dari bahan hingga semuanya agar pemain termotivasi mempertahankan juara" — Andrian, Sekretaris Tim Banteng FC Jatim
Papua Raya: ukiran budaya dan pesan persaudaraan
Papua Raya tampil dengan paduan merah dan hitam. Di bagian merah terdapat ornamen ukiran khas Papua Selatan yang memberi nuansa kultural kuat.
Tagline Satu Hati, Satu Arah ditempatkan untuk mengingatkan bahwa persaingan di lapangan tidak menghapus persaudaraan antar-tim.
"Itu untuk memberikan semangat kepada semua pemain, tapi juga kepada semua tim... tetap kita satu hati dan satu tujuan" — Mukri Hamadi, Manajer Tim Papua Raya
Yogyakarta dan Bali: simbol api dan Tridatu
Daerah Istimewa Yogyakarta memilih dasar hitam dengan ornamen banteng yang melambangkan kekuatan dan semangat yang tak padam. Proses pembuatan melibatkan UMKM di Kabupaten Sleman, mempertemukan industri kreatif lokal dan dunia sepak bola.
"Nyala api ini wajib sebagai pemersatu kekuatan seluruh komponen sepak bola di Yogya" — Susanto Dwi Antoro, Direktur Tim Yogyakarta
Sementara Bali mempertahankan identitas Tridatu — merah, putih, dan hitam — beserta motif Banteng Bali sebagai simbol ambisi juara.
"Kita pakai Tridatu sebagai simbol keseimbangan. Dengan semangat Banteng Bali, jersey ini membawa ambisi kami menjadi juara" — I Made Subandi, Sekretaris Tim Sepakbola Bali
Ragam desain, satu tujuan
Secara keseluruhan, jersey-jersey Soekarno Cup 2026 menampilkan keragaman Indonesia: dari Jembatan Merah dan keberanian Jatim, ukiran Papua, nyala api Yogya, hingga keseimbangan Tridatu Bali. Ketika pemain memasuki lapangan, semua cerita itu berpadu dalam satu bahasa: sepak bola.
Turnamen ini menunjukkan bahwa kostum tim bisa menjadi medium kebanggaan daerah sekaligus pendorong ekonomi lokal, tanpa mengorbankan fungsi utama sebagai perlengkapan olahraga.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Tiga Pilar Cup Ngawi Dongkrak UMKM dan Dukung Persinga
Turnamen Tiga Pilar Cup Ngawi menarik penonton, memasuki babak delapan besar, dan menggerakkan UMKM serta du...
Surabaya Abaikan Desil sebagai Acuan Bansos, Verifikasi Dilakukan Langsung
Pemkot dan DPRD Surabaya sepakat desil tak lagi jadi patokan bansos; verifikasi dilakukan lewat forum RT ter...
Puan Atur Pertemuan Prabowo–Megawati Bersama PDIP dan Gerindra
Puan Maharani akan mengatur pertemuan lanjutan antara Prabowo dan Megawati bersama PDIP dan Gerindra usai ku...
Sumenep Gelar Turnamen Sepak Bola Antar-SD 1 Oktober 2026
Pemkab Sumenep menggelar turnamen sepak bola antar-SD pada 1 Oktober 2026 untuk memetakan talenta lokal dan...
Surabaya Tetapkan Prioritas RAPBD 2027: Pendidikan, Kesehatan, Rutilahu
Pemkot Surabaya prioritaskan pendidikan, kesehatan, dan Rutilahu dalam RAPBD 2027 senilai Rp12,825 triliun u...
Prabowo Datangi Rumah Megawati untuk Takziah Guruh
Presiden Prabowo mendatangi kediaman Megawati pada 28/9/2026 untuk menyampaikan takziah atas wafatnya Guruh,...