Dua Jenazah di Seruyan Dipastikan Penumpang KM Virgo
Basarnas memastikan dua jenazah yang ditemukan di pesisir Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, adalah penumpang KM Virgo Transport 8. Kepastian disampaikan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, dalam konferensi pers pada 22 September 2026. Kedua jenazah ditemukan mengenakan life jacket bertuliskan nama kapal, selaras dengan temuan life raft sebelumnya.
Penemuan di pesisir Seruyan
Dua jenazah ditemukan di beberapa titik pesisir Desa Sungai Perlu saat operasi pencarian korban kapal tenggelam. Salah satu jenazah berada di sekitar Pantai Sungai Rambai, sementara yang lain ditemukan di kawasan pesisir Sungai Tulis dan Sungai Gantingan.
Temuan itu berkaitan dengan temuan lima life raft bertuliskan "Virgo Transport 8" yang dilaporkan ditemukan terpencar pada 16 September 2026 di perairan sekitar Desa Sungai Perlu. Keberadaan atribut kapal pada perlengkapan keselamatan menjadi salah satu dasar identifikasi awal.
"Benar, dua jenazah yang ditemukan di Seruyan itu adalah penumpang KM Virgo,"
Sudayana menambahkan posisi jenazah tidak jauh dari lokasi ditemukannya lima life raft tersebut, sehingga keterkaitan dengan KM Virgo dinilai kuat.
Evakuasi dan proses identifikasi
Kedua jenazah dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk pemeriksaan lanjutan. Di rumah sakit, tim DVI bertugas melakukan identifikasi forensik untuk memastikan identitas masing-masing korban.
"Sudah kita pastikan karena di 'life jacket' yang mereka kenakan ada bertuliskan KM Virgo. Dan di lokasi sebelumnya juga ditemukan life raft punya KM Virgo,"
Proses identifikasi oleh DVI mencakup pemeriksaan fisik, pencocokan dokumen, dan metode forensik lain sesuai prosedur. Hasil pemeriksaan ini akan menentukan siapa korban dan asalnya, menurut Sudayana.
"Terkait nanti siapa dia dan dari mana, nanti itu tim DVI yang akan mengidentifikasi,"
Konteks kecelakaan dan langkah selanjutnya
Penemuan jenazah ini merupakan bagian dari rangkaian operasi SAR setelah KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di Laut Jawa. Sampai saat ini, otoritas masih menunggu hasil resmi identifikasi untuk disampaikan kepada keluarga korban dan publik.
Basarnas menegaskan operasi pencarian dan investigasi akan terus berlanjut sesuai prosedur. Hasil identifikasi dari tim DVI akan menjadi acuan utama untuk langkah administrasi dan komunikasi kepada keluarga korban.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pakar UGM Tekankan Kewenangan Jelas bagi BPGMN
Prof. Chandra minta kewenangan BPGMN diperjelas dan dipertegas lewat payung hukum agar rekomendasi riset bis...
Kriyanusa 2026 Dorong Perajin Perluas Akses Pasar
Kriyanusa 2026 di JICC (26 Sept 2026) memfasilitasi perajin memperluas pasar lewat jejaring, kreativitas, da...
Kebakaran Hutan Ancam Habitat Gajah Sumatra, Populasi Terdesak
Kebakaran hutan mengancam habitat Gajah Sumatra, menghilangkan pakan, air, dan mempercepat fragmentasi wilay...
ETLE Satu Atap: Samsat Polda Metro Jaya Permudah Buka Blokir
Samsat Polda Metro Jaya meluncurkan layanan ETLE satu atap untuk konfirmasi, bayar denda, dan buka blokir ke...
Ahli Tekstil Dorong Penguatan Industri TPT dari Sektor Hilir
Ahli tekstil mendorong penguatan industri TPT dari sektor hilir untuk pulihkan pertumbuhan, serap tenaga ker...
Akses Solok–Padang Kembali Normal Setelah Banjir Bandang
Mendagri Tito Karnavian: akses jalan Solok–Padang sudah normal pasca banjir bandang; fokus pembersihan dan r...