Jejak Galaksi 'Loki' Ditemukan di Bimasakti
Para astronom menemukan jejak galaksi kerdil yang diberi nama "Loki", diduga pernah diserap oleh Bimasakti. Temuan ini berdasarkan analisis terhadap sekitar 20 bintang yang menunjukkan komposisi kimia dan pola pergerakan serupa. Penelitian yang mengemukakan hal ini dipublikasikan di jurnal Royal Astronomical Society pada 27 Mei 2026.
Penemuan dan metode analisis
Tim peneliti memeriksa data komposisi kimia dan parameter orbit bintang. Mereka menemukan sekumpulan bintang yang bermetalik rendah, artinya mengandung sedikit unsur berat seperti besi. Kelompok bintang ini menunjukkan kemiripan kimia yang kuat, yang mengisyaratkan asal usul bersama.
Ciri bintang dan bukti pelelehan galaksi
Bintang-bintang yang diidentifikasi memiliki dua karakteristik penting. Pertama, komposisi miskin logam, khas bintang yang terbentuk pada masa awal alam semesta. Kedua, pola orbit dan lokasi mereka tidak biasa karena berada dekat cakram galaksi. Kombinasi sifat kimia dan dinamika ini menjadi petunjuk bahwa mereka merupakan sisa dari satu galaksi kerdil yang tertelan oleh Bimasakti beberapa miliar tahun lalu.
Kenapa dinamika bintang penting
Analisis orbit membantu membedakan bintang yang terbentuk di dalam Bimasakti dengan yang berasal dari penggabungan antargalaksi. Kelompok bintang berperilaku serupa itu mengindikasikan asal yang sama. Para peneliti menyimpulkan bahwa pola gerak yang konsisten memperkuat hipotesis adanya galaksi kerdil "Loki" yang dulu bergabung ke Bimasakti.
Implikasi untuk sejarah pembentukan Bimasakti
Temuan ini menambah bukti bahwa Bimasakti terbentuk secara bertahap lewat penggabungan galaksi-galaksi lebih kecil. Penemuan jejak galaksi "Loki" memperkuat pandangan bahwa akresi dan merger memainkan peran besar dalam evolusi galaksi besar.
Lebih jauh, hasil penelitian ini membuka peluang bagi studi lanjutan untuk menemukan jejak-jejak serupa. Hasil yang terukur pada kelompok bintang kecil ini mendorong pengamatan lebih luas terhadap populasi bintang bermetalik rendah di sekitar cakram galaksi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Sanksi Balap Liar: Ancaman Pidana hingga Denda Rp3 Juta
Pelaku balap liar terancam kurungan hingga 1 tahun atau denda Rp3 juta sesuai UU No.22/2009 Pasal 115 dan 29...
Juno Ungkap Panas Bawah Permukaan Io, Bulan Vulkanik Jupiter
Juno mengukur pemanasan beberapa meter di bawah permukaan Io saat lintasan Des 2023 dan Feb 2024, mengungkap...
Io, Bulan Jupiter, Terus Aktif Secara Vulkanik
Juno mendeteksi sumber panas di bawah permukaan Io, terutama di Zal Montes Patera dan ekuator, menunjukkan a...
Waspada e-Tilang Palsu: Ciri Notifikasi ETLE Resmi
Modus penipuan berkedok notifikasi ETLE marak; kenali ciri notifikasi resmi agar terhindar dari pencurian da...
Akademisi UI Kembangkan Reaktor Pirolisis AI untuk Limbah Peternakan
Akademisi UI ciptakan reaktor pirolisis AI yang ubah limbah domba jadi biochar berkualitas, berpotensi untuk...
UPNVJ Perkuat Mutu dengan Akreditasi Unggul dan Internasional
UPNVJ meningkatkan kualitas lewat akreditasi unggul dan internasional; pendaftar 2026 melebihi 22 ribu, 18 p...