Lokal

Jamaah Haji Padanglawas Meninggal di Mekah Usai Henti Jantung

Bagikan:
Ilustrasi rumah sakit di Mekah tempat perawatan jamaah haji yang meninggal

Mekah, 4 Juni 2026 – Seorang jamaah haji asal Padanglawas, Nurliana Mara Iman (59), meninggal dunia di Jiwar Care Health Hospital, Mekah, pada Kamis pukul 14.15 Waktu Arab Saudi (WAS). Nurliana tergabung dalam Kloter KNO 09 dari Desa Sipirok, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padanglawas Utara.

Kronologi kejadian

Berdasarkan laporan yang diterima Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Medan, kondisi darurat terjadi setelah Nurliana melaksanakan Tawaf Ifadah pada Senin (1/6) sekitar pukul 13.40 WAS. Saat berjalan menuju hotel, ia tiba-tiba mengalami cardiac arrest atau henti jantung.

Petugas kesehatan di lokasi segera memberikan pertolongan pertama dengan resusitasi jantung paru (RJP). Setelah stabil awal, Nurliana dirujuk ke Jiwar Care Health Hospital untuk pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.

Penanganan medis dan hasil pemeriksaan

Pada Selasa (2/6), pihak rumah sakit menjelaskan kondisi medis kepada keluarga. Persetujuan tindakan kateterisasi jantung diperoleh melalui informed consent yang ditandatangani oleh suami almarhumah, TK Panusunan.

Prosedur kateterisasi dilakukan pada Rabu (3/6). Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penyumbatan yang sangat banyak pada pembuluh darah jantung. Menurut tim medis, kondisi tersebut memiliki prognosis buruk meskipun upaya penanganan telah dilakukan secara maksimal.

Kabar kepada penyelenggara dan keluarga

Ketua Kloter KNO 09, Mahmud Salim Harahap, menyampaikan informasi wafatnya Nurliana kepada PPIH Embarkasi/Debarkasi Medan. Setelah perawatan intensif selama beberapa hari, Nurliana akhirnya dinyatakan meninggal pada Kamis (4/6) pukul 14.15 WAS.

Dampak bagi rombongan Debarkasi Medan

Kematian Nurliana menambah jumlah jamaah haji dari Debarkasi/Embarkasi Medan yang meninggal di Tanah Suci pada musim haji 1447 H/2026. Hingga saat ini tercatat empat jamaah dari Debarkasi Medan telah berpulang selama pelaksanaan ibadah haji.

Informasi resmi terkait proses lebih lanjut, termasuk koordinasi dengan keluarga dan PPIH, tercatat dalam laporan penyelenggara di Medan. Peristiwa ini menjadi catatan penting bagi pemantauan kesehatan jamaah selama pelaksanaan ibadah haji.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait