Jalan Sei Buaya Rantauprapat Rusak Parah, Warga Minta Perbaikan
RANTAUprapat — Kondisi Jalan Sei Buaya di Lingkungan Mutiara, Kelurahan Sioldengan, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu rusak parah dan berlubang. Warga melaporkan jalan itu sering tergenang saat hujan sehingga menyulitkan kegiatan sehari-hari. Keluhan disampaikan pada Rabu (22/7) ketika warga meminta perbaikan kepada Pemkab Labuhanbatu. Kepala Dinas PUPR juga mengatakan jalan itu menjadi prioritas pembangunan.
Kondisi jalan dan keluhan warga
Jalan Sei Buaya menghubungkan ke Jalan Martinus Lubis di Kelurahan Rantauprapat. Warga menyebut jalan tersebut sudah lama tidak mendapat perbaikan dari pemerintah daerah. Genangan air menutup lubang saat hujan, sehingga pengguna jalan harus ekstra berhati-hati. Selain merusak kendaraan, kondisi ini mengganggu mobilitas pejalan kaki dan roda dua.
“Kami sebagai warga hanya bisa berharap kapan Pemkab Labuhanbatu dapat memperbaiki jalan tersebut, karena apabila hujan turun dan air hujan tersebut tergenang dan membuat kami sulit berjalan dan harus berhati-hati berjalan di lubang yang berisi air,”
Respons Dinas PUPR
Kepala Dinas PUPR Labuhanbatu, Haris Tua Siregar, ketika dikonfirmasi pada Rabu (22/7) menyatakan pembangunan Jalan Sei Buaya menuju Jalan Martinus Lubis masuk prioritas. Menurutnya, jalan tersebut merupakan akses menuju inti kota Rantauprapat. Selain itu, perkembangan perumahan di sekitar kawasan diperkirakan meningkatkan kontribusi pajak daerah.
“Kalau kita lihat jalan tersebut menuju inti kota Rantauprapat dan melihat sektor perkembangan dan akan menambah PAD dengan banyaknya pembangunan perumahan yang semakin berkembang pesat di sekitar jalan tersebut,”
Dampak dan harapan warga
Warga berharap prioritas perbaikan yang disampaikan Dinas PUPR cepat direalisasikan. Mereka menginginkan perbaikan permanen agar genangan dan kerusakan tidak berulang setiap musim hujan. Perbaikan juga dinilai penting untuk mendukung akses menuju pusat kota dan aktivitas pembangunan perumahan di sekitar kawasan.
Hingga kini warga masih menunggu langkah nyata dari pemerintah daerah. Pernyataan Dinas PUPR tentang prioritas perbaikan memberi harapan, namun realisasi perbaikan menjadi penentu utama bagi kelancaran mobilitas dan keselamatan warga.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Polres Pematangsiantar Tangkap Residivis Pemilik Sabu 1,87 Gram
Sat Resnarkoba Polres Pematangsiantar menangkap residivis MN (45) dan menyita 1,87 gram sabu serta barang bu...
Polres Sergai Tangkap Dua Pelaku Peredaran Uang Palsu Rp2 Juta
Polres Serdang Bedagai menangkap dua pelaku peredaran uang palsu senilai Rp2.000.000 yang dibeli via Faceboo...
Humbahas Terima Dua Traktor R4 untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian
Pemkab Humbang Hasundutan menyerahkan dua unit traktor R4 kepada dua kelompok tani di Doloksanggul untuk mem...
IBI Humbahas Dukung Pemkab Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak
IBI Humbahas berkomitmen mendukung Pemkab untuk meningkatkan layanan kesehatan ibu dan anak lewat program da...
Galian C dan Stone Crusher Diduga Beroperasi Ilegal di Paluta
Aktivitas galian C dan stone crusher diduga beroperasi tanpa izin di Kecamatan Dolok, Paluta; warga minta pe...
FKTM Apresiasi Pengungkapan Narkoba Oknum Polres Samosir
Ketua FKTM Samosir, Obin Naibaho, mengapresiasi Polres Samosir atas pengungkapan kasus narkoba yang melibatk...