KAI Layani 258 Juta Pelanggan H1 2026 lewat PSO & Perintis
PT Kereta Api Indonesia (KAI) melayani 258.993.359 pelanggan selama Semester I 2026 di seluruh layanan kereta, didorong oleh skema subsidi pemerintah seperti Public Service Obligation (PSO) dan kereta perintis. Realisasi ini naik 7,55 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Ringkasan volume dan pertumbuhan
Sebagian besar penumpang menggunakan layanan bersubsidi pemerintah. Sekitar 235.137.908 orang atau 90,79 persen dari total memanfaatkan layanan PSO dan kereta perintis. KAI mencatat peningkatan penggunaan pada hampir semua segmen angkutan.
| Layanan | Penumpang (Semester I 2026) | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
| Total KAI | 258.993.359 | +7,55% |
| PSO & Kereta Perintis | 235.137.908 | - |
| PSO jarak jauh & lokal | 9.541.158 | +8,08% (PSO total) |
| Volume PSO jarak jauh | 5.958.724 | +4,88% |
| KAI Commuter | 204.151.200 | +6,58% |
| LRT Jabodebek | 16.018.911 | +22,84% |
| Kereta perintis (total) | 2.378.507 | - |
Layanan bersubsidi: PSO dan kereta perintis
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan PSO berperan penting menjaga tarif tetap terjangkau. Sedangkan kereta perintis membuka dan mempertahankan akses transportasi di wilayah yang masih memerlukan dukungan pemerintah.
“PSO membantu menjaga tarif sejumlah perjalanan tetap terjangkau, sedangkan KA Perintis membuka dan mempertahankan akses transportasi di wilayah yang masih memerlukan dukungan Pemerintah. Kedua skema tersebut membantu masyarakat memperoleh pilihan perjalanan yang sesuai dengan kebutuhannya,”
Anne juga mencatat realisasi PSO tumbuh 8,08 persen dibandingkan tahun lalu. Volume kereta jarak jauh PSO mencapai 5.958.724 penumpang atau naik 4,88 persen secara tahunan.
Komuter, LRT, dan layanan bandara
KAI Commuter menjadi kontributor utama volume penumpang. Layanan ini mengangkut 204.151.200 orang, meningkat 6,58 persen. Angka tersebut mencerminkan pemulihan mobilitas harian kota-kota besar.
LRT Jabodebek mengalami lonjakan penggunaan yang sangat pesat. Pada Semester I 2026 layanan ini melayani 16.018.911 penumpang atau tumbuh 22,84 persen.
“Transportasi massal membantu masyarakat menjalani perjalanan harian secara lebih teratur. Dukungan dan kebijakan Pemerintah diperlukan agar pelayanan, kapasitas, integrasi, serta tarif dapat dikelola sesuai kebutuhan masyarakat,”
Anne juga menyoroti peran kereta api bandara yang memberi alternatif perjalanan ke bandara dan mendukung keterjangkauan akses bagi penumpang.
Dukungan pemerintah dan implikasi
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah. Ia menekankan penyelenggaraan angkutan umum memerlukan kolaborasi regulator, operator, dan pemangku kepentingan.
“Dukungan Pemerintah melalui PSO dan KA Perintis membantu menjaga kereta api tetap hadir sebagai pilihan transportasi yang terjangkau, aman, dan andal. KAI menyampaikan apresiasi atas kebijakan serta kolaborasi yang menjaga akses perjalanan masyarakat di berbagai wilayah,”
Ke depan, KAI memerlukan kelanjutan dukungan kebijakan untuk meningkatkan kapasitas, integrasi antarmoda, dan keterjangkauan tarif. Hal ini menjadi kunci menjaga mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai daerah.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...