8,8 Juta Siswa Disaring Program CKG: Gigi, Anemia, Tekanan Darah
Jakarta. Program Free Health Check atau CKG telah melakukan skrining kesehatan terhadap 8.824.185 siswa di 96.567 sekolah hingga 14 Juli 2026. Pemeriksaan ini menemukan masalah gigi, anemia, dan tekanan darah tinggi sebagai temuan utama yang perlu ditangani lebih lanjut.
Hasil awal skrining
Penyelenggara melaporkan pemeriksaan berlangsung di 511 kabupaten/kota sejak 1 Januari. Peserta mencakup siswa berusia 7–17 tahun dari SD, SMP, SMA, sekolah berkesusahan khusus, dan pesantren. Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan puskesmas yang berkunjung ke sekolah sesuai jadwal.
"Program ini telah melayani 8.824.185 siswa di 96.567 sekolah di 511 kabupaten dan kota,"
Program ini tidak menggantikan layanan medis rumah sakit. CKG menekankan pemeriksaan preventif dasar, khususnya bagi mereka yang belum pernah diperiksa sebelumnya. Rencana jangka panjang program ini adalah memberikan pemeriksaan gratis kepada sekitar 218 juta orang.
Jenis pemeriksaan yang dilakukan
Skrining sekolah menilai kondisi fisik dan kesejahteraan mental. Pemeriksaan meliputi aktivitas fisik, anemia pada remaja putri, penglihatan, pendengaran, kesehatan gigi, dan kesehatan mental.
| Masalah Kesehatan | Persentase |
|---|---|
| Gigi berlubang | 40,8% |
| Anemia (remaja putri) | 27,3% |
| Tekanan darah tinggi | 21,7% |
| Sumbatan kotoran telinga | 6,9% |
| Obesitas | 6,7% |
Target nasional dan anggaran
Pemerintah menargetkan skrining terhadap 50,3 juta siswa di 303.263 sekolah sepanjang 2026. Target mencakup SD, SMP, SMA, pesantren, dan sekolah berkebutuhan khusus.
Untuk mendukung program, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 2,6 triliun pada 2026. Anggaran ini ditujukan untuk memberikan pemeriksaan gratis kepada 130,3 juta hingga 136 juta orang di seluruh Indonesia.
Dampak dan tindak lanjut
Pejabat program menyatakan hasil skrining akan digunakan untuk memperkuat promosi kesehatan dan upaya pencegahan penyakit di lingkungan sekolah. Pendekatan ini diharapkan bisa mendeteksi masalah sejak dini dan mendukung hasil belajar siswa.
"Program ini memberikan manfaat signifikan bagi siswa, orang tua, dan sekolah,"
Dengan identifikasi dini, pemerintah berharap kondisi kesehatan anak membaik dan perkembangan mereka menjadi lebih sehat. Langkah selanjutnya mencakup rujukan bagi siswa yang membutuhkan penanganan medis lanjutan dan kampanye promosi kesehatan di sekolah.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
20 Juli: Hari Catur, Lompat, Eksplorasi Ruang Angkasa, dan Hari Bulan
20 Juli diperingati untuk Hari Catur Internasional, Hari Lompat Sedunia, Hari Eksplorasi Ruang Angkasa, dan...
Parade Kebaya Pecahkan Rekor MURI, KOWANI Ajak Lestarikan Budaya
Parade perempuan berkebaya di Palembang memecahkan Rekor MURI; KOWANI mengajak pelestarian kebaya sebagai id...
Rambut Gondrong Jadi Identitas Musik Rock sejak 1960-an
Rambut gondrong berkembang dari simbol penolakan sosial menjadi identitas musik rock yang melekat sejak 1960...
Hari Retainer Internasional Diperingati 19 Juli: Sejarah dan Fungsi
19 Juli diperingati sebagai Hari Retainer Internasional untuk mengingatkan pentingnya penggunaan retainer se...
19 Juli: Retainer Internasional, Hari Martir Myanmar, dan Hari Es Krim
19 Juli diperingati untuk Retainer Internasional, Hari Martir Myanmar, dan Hari Es Krim Nasional; simak seja...
AS-Kanada-Meksiko Klaim Sukses Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2026
AS, Kanada, dan Meksiko menyatakan sukses jadi tuan rumah Piala Dunia 2026 setelah gelar pertandingan; Kanad...