Kombes Josua Bantah Dugaan Penganiayaan terhadap Tahanan
Medan — Penyidik Direktorat Reskrimum Polda Sumut sedang menyelidiki laporan dugaan penganiayaan terhadap tahanan yang dilaporkan ke Kepala BNN Deliserdang, Kombes Pol Josua Tampubolon. Perkara muncul setelah keluarga menyerahkan pengaduan pada 3 Juli 2026 dan korban diduga mengalami penganiayaan pada 28 Juni 2026 di wilayah Patumbak, Deliserdang.
Pemeriksaan pelapor dan kronologi laporan
Pelapor, Lince Manalu, telah diperiksa oleh penyidik pada Rabu, 22 Juli 2026 menindaklanjuti laporan yang dia buat bersama kuasa hukumnya. Lince berharap laporan itu ditangani serius oleh Polda Sumut dan meminta agar Kepala BNN Deliserdang segera diperiksa.
“Hari ini saya telah diperiksa penyidik menindaklanjuti laporan dugaan penganiayaan oleh Kepala BNN Deliserdang yang dialami anak ku saat ditahan di Mapolrestabes Medan,”
Lince juga menyatakan penyidik akan melakukan olah TKP dan memeriksa saksi terkait dugaan penganiayaan tersebut. Laporan resmi tercatat dengan nomor LP/B/1070/VII/2026 dan LP/B/1072/VII/2026, tertanggal 3 Juli 2026.
Pengakuan keluarga dan kuasa hukum
Kuasa hukum pelapor, Suhandri Umar Tarigan, memaparkan kronologi penangkapan dan dugaan penganiayaan yang menimpa korban bernama Samuel Hutasoit (38). Menurut tim kuasa hukum, Samuel diamankan dalam razia di sebuah kafe di Jalan Patumbak karena diduga melakukan provokasi.
“Ketika dalam perjalanan menuju Polrestabes Medan anak dari klien kami ini diduga dianiaya di dalam mobil truk milik Satpol PP Deliserdang sehingga mengakibatkan korban mengalami luka memar di sekujur tubuh, serta luka lecet,”
Suhandri menambahkan bahwa saat tiba di Polrestabes Medan, Samuel kembali diduga dipukul di ruang penyidik Pidum Sat Reskrim Polrestabes Medan. Pihak keluarga menegaskan bahwa korban tidak melakukan provokasi atau menyerang petugas saat razia berlangsung.
“Kami berharap kepada Polda Sumatera Utara agar segera memproses laporan ini sesuai hukum yang berlaku,”
Klarifikasi Kepala BNN Deliserdang dan respons Polda
Kepala BNN Deliserdang, Kombes Pol Josua Tampubolon, membantah semua tuduhan penganiayaan. Josua mengatakan penangkapan dilakukan karena pemicu tindakan provokasi dan penyerangan terhadap petugas.
“Tidak benar tuduhan itu. Dia (SH) bersama tiga orang rekannya diamankan karena melakukan aksi provokasi dan penyerangan terhadap petugas saat melaksanakan razia,”
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyatakan akan mengecek perkembangan laporan tersebut dan memastikan Dit Reskrimum yang menangani kasus ini. Penyidik menyebut akan memeriksa saksi dan melakukan olah TKP.
Proses lanjutan dan implikasi
Penyelidikan sedang berlangsung dan fokus penyidik adalah verifikasi bukti serta rekaman CCTV di lokasi penahanan. Keluarga menuntut proses hukum yang transparan dan tidak tebang pilih, sementara pihak BNN menegaskan penangkapan berdasarkan indikasi pelanggaran saat razia.
Kasus ini akan menentukan langkah selanjutnya, apakah berlanjut ke proses penyidikan formal dan pemeriksaan lebih mendalam terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Airin Rico Resmikan Gallery Torose, Tenun Karo Melangkah Modern
Airin Rico meresmikan Gallery Torose di Medan (19/9) untuk mempromosikan tenun Karo Uis Karo lewat koleksi e...
Rico Waas Selesaikan KTP dan Janji Perbaikan Drainase di Medan Deli
Wali Kota Medan Rico Waas menyelesaikan KTP warga dan menjanjikan perbaikan jalan serta drainase saat Sapa W...
Bupati Aceh Besar Dukung Kafilah MTQ di Semarang
Bupati Aceh Besar Muharram Idris bertemu kafilah MTQ di Semarang, beri dukungan moral dan uang saku untuk me...
Babinsa Lhoknga Imbau Warga Tingkatkan Waspada Musim Penghujan
Babinsa Koramil 03/Lhoknga mengimbau warga Meunasah Manyang tingkatkan kewaspadaan kesehatan dan kebersihan...
PGMNI Sumut Tawarkan Sinergi dengan Penmad Kemenag untuk Majukan Madrasah
PW PGMNI Sumut siap bersinergi dengan Penmad Kemenag Sumut untuk memajukan madrasah dan meningkatkan kesejah...
Muara–Sibandang Dikembangkan sebagai Sport Tourism, OWS Digelar 3 Oktober
Muara–Sibandang dikembangkan sebagai destinasi sport tourism; lomba Open Water Swimming dan Swim Run digelar...