Ruas Jalan di Padangsidimpuan Rusak Parah, Warga Keluhkan Pajak Tak untuk Perbaikan
Padangsidimpuan — Beberapa ruas jalan di Kota Padangsidimpuan, terutama Jalan Rimba Soping (Jalan Batunadua Hutaimbaru), telah rusak parah selama belasan tahun sehingga mengganggu keselamatan dan kelancaran angkutan barang dan warga. Keluhan itu disampaikan pengendara pada Selasa (4/8) karena perbaikan permanen belum dilakukan meski warga tetap membayar pajak.
Kondisi dan titik kerusakan
Kerusakan terparah berada di Jalan Rimba Soping yang menghubungkan Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Padangsidimpuan Angkola Julu, hingga Padangsidimpuan Hutaimbaru. Kerusakan berlangsung panjang, mencapai sekitar 7,4 km dari persimpangan Rimba Soping di Kelurahan Batunadua Julu hingga Desa Joring Natobang.
Jenis kerusakan meliputi berlubang, aspal terkelupas, retak memanjang, genangan saat hujan, serta ancaman longsor dan amblas di beberapa titik. Kondisi serupa juga ditemui pada ruas lain yang menjadi keluhan warga.
"Meskipun sebagai warga kita tetap taat membayar pajak, namun jalan tetap rusak parah. Katanya pajak untuk pembangunan,"
Dampak ekonomi
Jalan Rimba Soping merupakan urat nadi perekonomian lokal. Selain kebun salak, wilayah Padangsidimpuan Angkola Julu memiliki areal persawahan luas yang menghasilkan padi dan karet setiap tahun. Kerusakan jalan menghambat distribusi hasil pertanian dan dapat menaikkan biaya angkut.
| Kecamatan | Areal Sawah (ha) | Padi (ton/yr) | Karet (ton/yr) | Salak |
|---|---|---|---|---|
| Padangsidimpuan Angkola Julu | 541 | 12.500 | 221 | Ada |
| Padangsidimpuan Hutaimbaru | - | 18.000 | 52 | Ada |
Jalan lain yang juga rusak
Selain Rimba Soping, sejumlah ruas lain melaporkan kerusakan serius:
- Jalan Jenderal Besar Abdul Haris (AH) Nasution (By Pass) sepanjang 10 km — rusak parah tanpa perbaikan permanen.
- Jalan BM Muda (Silandit) — jalan kabupaten/kota poros padat di Padangsidimpuan Selatan, banyak berlubang dan genangan.
- Jalan Maujalo di Melati Seberang dan Jalan Simarsayang — tanggung jawab Pemko, juga mengalami kerusakan.
- Beberapa titik di jalur nasional masuk kota dan jalur logistik Sumatra — lubang besar dan timbunan darurat menyisakan pasir dan krikil yang mengganggu lalu lintas.
- Jalur nasional Sipirok–Padang Sidempuan — perkerasan menurun akibat curah hujan tinggi, menyebabkan gelombang, retak, dan lubang.
Respons pemerintah
Upaya penanganan darurat terlihat melalui timbunan dan perbaikan sementara di beberapa titik. Namun warga menilai langkah itu belum memadai untuk kelancaran logistik dan keselamatan pengguna jalan.
Pihak terkait diminta menjelaskan prioritas perbaikan dan alokasi anggaran. Hingga peliputan selesai, Kepala Samsat Kota Padangsidimpuan, Hamdan Sukri Siregar, yang dikonfirmasi soal dampak kerusakan terhadap pembayaran pajak belum merespons.
Kerusakan jalan yang menyeret aktivitas ekonomi lokal ini menuntut perbaikan permanen agar distribusi hasil pertanian kembali lancar dan risiko kecelakaan dapat diminimalkan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Kejuaraan Karate Inkanas Open Pelajar Se-Sumut Dibuka di Batubara
Kejuaraan Karate Inkanas Open antar pelajar se-Sumut dibuka di Batubara, 325 atlet dari 12 daerah bersaing m...
Magister Manajemen USM-Indonesia Medan: Program untuk Profesional
Magister Manajemen USM-Indonesia Medan menawarkan program pascasarjana fleksibel dan aplikatif untuk ASN, ma...
Bupati Batubara Puji Bank Sampah Berseri Ubah Sampah Jadi Pakan
Bupati Batubara memuji Bank Sampah Berseri yang mengubah sampah rumah tangga menjadi pakan dan pupuk melalui...
Sumut Target Vaksinasi Rabies 15.000 HPR dan Aspirasi Publik Tuntas di Medan
Pemprov Sumut targetkan vaksinasi rabies 15.000 HPR dan bidik rekor MURI; selain itu masalah warga Medan dit...
Dugaan Ambil Batu Sungai di Irigasi Saba Bolak, APH Diminta Turun
Tokoh Sipirok minta APH periksa dugaan pengambilan batu sungai untuk rehabilitasi Irigasi Saba Bolak; dokume...
Pojok PBB Medan Raih Rp1,07 Miliar, Program Dilanjutkan
Pojok PBB Medan kumpulkan Rp1,07 miliar (15–18 Sept 2026); program dilanjutkan 21–30 Sept di tiga lokasi str...