Jalan Rusak dan Banjir di Medang Deras, Warga Pertanyakan Pajak
Pagurawan, Medang Deras — Ruas jalan dalam kota Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara, terendam banjir dan mengalami kerusakan berat setelah hujan deras yang terjadi akhir Juli 2026, kata warga setempat pada Selasa (4/8). Genangan menyulitkan lalu lintas dan memicu protes karena perbaikan tak kunjung dilakukan.
Kondisi jalan dan dampak banjir
Warga melaporkan ruas jalan sepanjang lebih dari 1.000 meter dipenuhi lubang akibat aspal yang terkelupas. Banyak titik berlubang tersamarkan oleh genangan sehingga pengendara kerap terjebak. Kondisi ini memperlambat arus lalu lintas dan membahayakan kendaraan bermotor.
Salah seorang warga menjelaskan hujan deras akhir Juli membuat badan jalan berubah seperti kolam. Selain mengganggu mobilitas, rusaknya jalan sudah terjadi bertahun-tahun tanpa perbaikan prioritas.
Penyebab genangan
Warga menyebutkan beberapa faktor utama penyebab banjir lokal:
- Parit kiri dan kanan jalan sebagian tertutup material dan batu sehingga tersumbat.
- Elevasi parit yang semakin rendah dibanding badan jalan menghambat aliran air.
- Kondisi aspal yang rusak mempercepat akumulasi air pada permukaan jalan.
Akibatnya, air hujan tidak mengalir ke tempat pembuangan dan menggenang di permukaan jalan.
Klaim pajak dan tuntutan warga
Warga mempertanyakan aliran dana pajak yang mereka bayarkan. Mereka menyatakan tetap memenuhi kewajiban membayar PBB dan pajak kendaraan bermotor.
"Kenapa kondisi jalan rusak? Kemana hasil tagihan pajak warga yang bertahun-tahun ini?"
"Kok masih ada juga jalan rusak di desa pesisir Kab Batubara?"
Warga menambahkan bahwa sekitar 66% dari pungutan pajak kendaraan bermotor diketahui masuk ke kas daerah, sehingga ada harapan dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk perbaikan infrastruktur setempat.
Tanggapan dan rencana perbaikan
Meskipun perbaikan belum dilakukan selama bertahun-tahun, warga mendapat kabar bahwa ruas Bandar Khalipah, Desa Lalang, akan masuk program peningkatan struktur jalan provinsi. Pekerjaan di sana dikabarkan sedang tahap pengerjaan.
Warga berharap program tersebut menjadi awal perbaikan menyeluruh pada ruas jalan yang rusak dan rawan banjir di Kecamatan Medang Deras.
Perbaikan drainase dan pengaspalan ulang diharapkan menjadi prioritas untuk mencegah genangan berulang dan mengembalikan kelancaran lalu lintas di wilayah pesisir Kabupaten Batubara.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Kejuaraan Karate Inkanas Open Pelajar Se-Sumut Dibuka di Batubara
Kejuaraan Karate Inkanas Open antar pelajar se-Sumut dibuka di Batubara, 325 atlet dari 12 daerah bersaing m...
Magister Manajemen USM-Indonesia Medan: Program untuk Profesional
Magister Manajemen USM-Indonesia Medan menawarkan program pascasarjana fleksibel dan aplikatif untuk ASN, ma...
Bupati Batubara Puji Bank Sampah Berseri Ubah Sampah Jadi Pakan
Bupati Batubara memuji Bank Sampah Berseri yang mengubah sampah rumah tangga menjadi pakan dan pupuk melalui...
Sumut Target Vaksinasi Rabies 15.000 HPR dan Aspirasi Publik Tuntas di Medan
Pemprov Sumut targetkan vaksinasi rabies 15.000 HPR dan bidik rekor MURI; selain itu masalah warga Medan dit...
Dugaan Ambil Batu Sungai di Irigasi Saba Bolak, APH Diminta Turun
Tokoh Sipirok minta APH periksa dugaan pengambilan batu sungai untuk rehabilitasi Irigasi Saba Bolak; dokume...
Pojok PBB Medan Raih Rp1,07 Miliar, Program Dilanjutkan
Pojok PBB Medan kumpulkan Rp1,07 miliar (15–18 Sept 2026); program dilanjutkan 21–30 Sept di tiga lokasi str...