Sabang Percepat Akses Informasi Pariwisata lewat Aplikasi JAKLOM
Kota Sabang menargetkan akses informasi pariwisata yang lebih mudah melalui pengembangan aplikasi JAKLOM. Pembahasan penyempurnaan platform dilakukan dalam Focus Group Discussion (FGD) Lanjutan yang digelar di Aula Pulau Rubiah, Kantor Wali Kota Sabang, Rabu (12/8). Pemerintah kota mematangkan aplikasi ini agar sesuai kebutuhan pariwisata dan karakteristik lokal.
Tujuan FGD dan latar pengembangan
Pengembangan JAKLOM merupakan bagian dari penelitian terapan Universitas Muhammadiyah Aceh. Proyek ini diarahkan untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah melalui pengembangan ekosistem digital Muslim-Friendly Tourism. Sebelumnya, prototipe awal aplikasi Android telah diuji lewat pilot project di Kota Banda Aceh.
Rencana ke depan adalah menyempurnakan prototipe tersebut dan memperluas implementasi, termasuk di Kota Sabang, pada 2026.
Isi pembahasan FGD
FGD lanjutan menjadi wadah bagi pemerintah daerah dan tim pengembang untuk menyatukan masukan teknis dan kebijakan. Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, menyatakan bahwa pertemuan ini penting untuk menyesuaikan aplikasi dengan kebutuhan lokal.
"Tujuan FGD ini untuk membahas dan menyempurnakan aplikasi JAKLOM, sehingga nantinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pariwisata di Kota Sabang,"
Harry menambahkan bahwa pengembangan JAKLOM butuh kontribusi data dan masukan dari berbagai perangkat daerah. Sektor pariwisata berkaitan dengan banyak aspek, sehingga integrasi lintas sektor menjadi kunci.
Prioritas fitur dan integrasi
Dalam pembahasan teknis, pengembang dan pemangku kepentingan menekankan beberapa aspek utama yang harus dipenuhi sebelum peluncuran lebih luas:
- Kebutuhan pengguna dan pengalaman antarmuka yang mudah digunakan.
- Daftar fitur prioritas sesuai karakteristik destinasi di Sabang.
- Integrasi dengan layanan pemerintah dan basis data lintas sektor.
- Strategi implementasi bertahap untuk uji coba dan perbaikan.
Platform ini diharapkan memperkuat ekosistem pariwisata Sabang dengan menyediakan informasi terintegrasi, mudah diakses, serta mendukung pengembangan potensi wisata secara berkelanjutan.
Dampak dan langkah ke depan
Dengan penyempurnaan JAKLOM, Pemko Sabang berharap tata kelola pariwisata menjadi lebih efektif dan berbasis bukti. Hasil FGD akan menjadi dasar teknis bagi tim pengembang dalam merumuskan kebutuhan dan rencana implementasi.
Ke depan, aplikasi ini ditargetkan tidak hanya menjadi sumber informasi bagi wisatawan, tetapi juga alat bagi pengelola destinasi untuk meningkatkan layanan dan pendapatan daerah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polda Sumut Ungkap Motif Pembunuhan Wakil Rektor IT&B di Berastagi
Polda Sumut menangkap dua pelaku pembunuhan Wakil Rektor II IT&B di Berastagi. Motifnya untuk menguasai hart...
Tiorita Tinjau Perbaikan Jalan Longsor di Salapian, Langkat
Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti meninjau perbaikan jalan longsor di Salapian (29/9); Pemkab turunkan...
Wali Kota Lhokseumawe Siapkan Pendampingan Hukum untuk Keluarga Rasya
Wali Kota Lhokseumawe janjikan pendampingan hukum untuk keluarga Muhammad Rasya Fadilla dan akan menyiapkan...
DPR Minta Warga Tenang dan Percayakan Penyelidikan Kasus Mahasiswa Pelayaran
Anggota DPR Komisi V, Ghufran, menyampaikan duka atas meninggalnya mahasiswa Politeknik Malahayati dan memin...
Pemkab Aceh Besar dan BNN Sinergi Pulihkan Kawasan Rawan Narkoba
Pemkab Aceh Besar dan BNN memperkuat sinergi untuk memulihkan kawasan rawan narkoba lewat pencegahan, pember...
Labuhanbatu Gelar Bupati Cup PBSI 2026, 250 Peserta Ikut
Turnamen Bupati Cup PBSI Labuhanbatu 2026 resmi dibuka di Rantauprapat, diikuti sekitar 250 peserta dari 10...