Nasional

Istana Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet

Bagikan:
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi jelaskan posisi reshuffle kabinet di Istana

Jakarta — Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa hingga Jumat, 7 Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto belum merencanakan reshuffle kabinet. Pernyataan disampaikan di Istana Kepresidenan saat menjawab pertanyaan wartawan seputar isu perombakan kabinet.

Penegasan Istana

Menteri Prasetyo mengatakan kabar soal perombakan berkala selalu muncul tiap minggu atau bulan. Namun, menurut dia, sampai saat ini tidak ada rencana resmi untuk mengganti susunan Kabinet Merah Putih.

"Ini memang setiap minggu setiap bulan ada pertanyaan. Masalah reshuffle juga perlu kami sampaikan bahwa sampai hari ini belum ada rencana reshuffle Kabinet Merah Putih,"

Prioritas: Mengisi Jabatan Kosong

Meski menampik gagasan reshuffle menyeluruh, Prasetyo menegaskan bila ada perubahan, prioritasnya hanya untuk mengisi posisi yang kosong. Pengisian bersifat selektif dan terbatas pada kebutuhan fungsional kabinet.

"Kalaupun ada terjadi perubahan atau reshuffle, prioritasnya adalah kepada mengisi jabatan-jabatan yang oleh karena sesuatu hal saat ini jabatan-jabatan itu kosong,"

Sebagai contoh, Prasetyo menyebut beberapa posisi wakil menteri yang kosong, termasuk Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan setelah Silmy Karim ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Wakil Menteri Pertanian
  • Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan

Surpres Gubernur BI Belum Diajukan

Selain soal kabinet, Prasetyo juga menyampaikan status pengisian jabatan Gubernur Bank Indonesia. Jabatan tersebut masih kosong setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dengan alasan pribadi.

Sampai kini, menurut Prasetyo, Presiden belum mengirimkan Surat Presiden (surpres) ke DPR terkait calon definitif Gubernur BI karena proses masih berlangsung.

"Sampai hari ini juga belum ada surpres dari bapak presiden yang dikirim ke DPR berkenaan dengan hal tersebut karena masih sedang proses. Jadi bapak presiden dalam waktu-waktu apa terakhir ini banyak berdiskusi, banyak menerima pendapat, banyak meminta masukan,"

Dampak dan Prospek

Pernyataan Istana meredakan spekulasi soal perubahan kabinet besar-besaran. Fokus pemerintah saat ini tampak pada penataan internal untuk mengisi kekosongan jabatan strategis.

Ke depan, publik dan parlemen akan mengamati apakah Presiden akan segera mengajukan calon pengganti untuk posisi-posisi kosong tersebut. Proses pengisian, terutama untuk jabatan seperti Gubernur BI, diperkirakan memerlukan koordinasi lebih lanjut antara Istana dan DPR.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait