Irigasi Batubara: DPRD Sumut Tinjau Kekeringan Petani Airputih
BATUBARA — Anggota DPRD Sumut Yahdi Khoir Harahap meninjau langsung ketiadaan air yang dikeluhkan petani di beberapa desa Kecamatan Airputih, Kabupaten Batubara pada Rabu (4/11). Ketiadaan air terjadi karena pengerjaan pembendungan atau cover dam di Daerah Irigasi Cinta Maju untuk keperluan pengecoran.
Peninjauan ke lapangan
Yahdi turun ke lokasi bersama Kepala Dinas SDA Gibson Panjaitan, Kabid Pengairan Zipo Hutabarat, Kepala UPT Bah Bolon Syahrial Efendi, pelaksana proyek Riza Siregar, konsultan pengawas, serta perwakilan P3A dan petani.
Mereka memeriksa kondisi Sungai Daludalu yang sedang dikeringkan sementara untuk memungkinkan pengecoran. Beberapa petani telah menanam padi, sementara yang lain masih melakukan pembibitan, sehingga kekurangan air memicu kecemasan gagal panen.
Penyebab ketiadaan air
Tim menemukan beberapa titik pekerjaan yang mempengaruhi aliran. Selain pembendungan di Sei Daludalu, saat ini juga dibuat cover dam di Sei Gambus untuk mengalihkan air ke Sungai Gambus dan DI Purwodadi.
Di lokasi lain, pengerjaan coverdam di Tanjung Muda dimaksudkan untuk mengalihkan aliran ke Sei Tanjung melalui Daerah Irigasi Tanjung Muda, sehingga distribusi sementara mengalami perubahan.
Kesepakatan menjaga musim tanam
Untuk meredam kekhawatiran petani, para pemangku kepentingan mencapai kesepakatan teknis dan operasional. Intinya, masyarakat diminta tetap melaksanakan pola tanam sesuai jadwal.
Dengan situasi ini para pemangku kepentingan mengambil kesepakatan dengan masyarakat, diantaranya masyarakat tetap melaksanakan pola tanam, dalam beberapa hari ini setelah selesai coverdam Tanjung Muda akan dialirkan air sebanyak 30 % ke Sungai Daludalu dan di coverdam Gambus air akan dibagi ke DI Purwodadi agar petani bisa melaksanakan pola tanam.
Kesepakatan tersebut mencakup pengaliran kembali sekitar 30% debit air ke Sungai Daludalu setelah pekerjaan coverdam Tanjung Muda rampung. Pembagian air di coverdam Gambus juga akan disesuaikan agar DI Purwodadi menerima pasokan untuk mendukung pola tanam petani.
Dampak bagi petani dan langkah selanjutnya
Meski ada jaminan teknis, para petani tetap waspada karena fase kritis tanam padi memerlukan pasokan air yang konsisten. Tim teknis berjanji memonitor distribusi air dan menyelesaikan pengecoran secepatnya agar aliran kembali normal.
Koordinasi lintas pihak ini diharapkan mengurangi risiko gagal panen dan menjaga kesinambungan musim tanam di kecamatan terdampak.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Nias Selatan Gelar Rapat Antisipasi Kelangkaan Pangan Jelang Natal
Pemkab Nias Selatan bersama Forkopimda gelar rapat antisipasi kelangkaan LPG, BBM bersubsidi, dan kenaikan h...
Kapolda Sumut Kunjungi Polres Langkat, Tegaskan 4 Prioritas
Kapolda Sumut Irjen Pol. Sonny Irawan kunjungi Polres Langkat (3/11) dan tegaskan empat program prioritas de...
Warga Binjai Utara Lega, Drainase Jalan Gaharu-Teratai Diperbaiki
Perbaikan drainase di Jalan Gaharu dan Teratai, Binjai Utara, mulai dikerjakan Rabu (4/11) untuk atasi genan...
Hendro: Penetapan Tersangka Belum Buktikan Penyadapan Presiden
Hendro: penetapan tiga tersangka belum membuktikan penyadapan Presiden; forensik digital dan perbaikan siste...
Kornas Desak Polri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Prabowo
Kornas mendesak Polri mengusut dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo yang disebut melibatkan pe...
Pegawai Lapas Ditangkap Jadi Kurir Vape Getar, Polisi Sita 599 Bungkus
Pegawai Lapas Kelas I Tanjung Gusta ditangkap di Medan, diduga jadi kurir vape getar; polisi menyita 599 bun...