INVIROTECH 2026 Dorong Investasi Hijau dan Teknologi Ramah Lingkungan
Kementerian Lingkungan Hidup membuka Indonesia International Environment Technology and Innovation Expo and Conference (INVIROTECH) 2026 di JICC, Jakarta pada 11 Juni 2026 untuk mempercepat masuknya investasi hijau dan penerapan teknologi ramah lingkungan.
Ajang multilapis untuk investasi dan solusi lingkungan
Acara ini dikemas sebagai wadah strategis yang menghubungkan inovator, pelaku usaha, dan pemangku kebijakan. Tujuannya jelas: mempercepat implementasi solusi lingkungan melalui dukungan teknologi dan pembiayaan.
“INVIROTECH 2026 menghadirkan 99 peserta dari berbagai unsur, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN, perusahaan swasta. Dan juga organisasi internasional, startup, hingga perguruan tinggi,”
Teknologi yang dipamerkan
Berbagai inovasi ditampilkan untuk menjawab tantangan lingkungan yang kian kompleks. Fokus pameran meliputi:
- Pengelolaan sampah dan limbah
- Energi terbarukan dan waste to energy
- Pengendalian pencemaran
- Digitalisasi lingkungan dan solusi data
Agenda mempertemukan inovator dan investor
INVIROTECH 2026 menyertakan sejumlah format kegiatan untuk memperkuat konektivitas antara penyedia teknologi dan calon investor. Agenda utama meliputi:
- Business matching dan seller meet buyer
- Seminar dan workshop tematik
- Coaching clinic untuk pengembangan produk
- Forum diskusi antar stakeholder
Rangkaian kegiatan ini dirancang agar inovasi tidak berhenti pada tahap demonstrasi, melainkan dapat diadopsi secara luas melalui kemitraan dan pendanaan.
Peran investasi hijau menurut penyelenggara
Ketua Pelaksana INVIROTECH 2026, Rasio Ridho Sani, menekankan sisi strategis dari pertemuan ini. Ia melihat pameran sebagai pintu masuk untuk memperluas kerja sama dan membuka peluang investasi hijau yang nyata.
“INVIROTECH 2026 berlangsung pada 11–13 Juni 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026. Diharapkan forum ini dapat mempercepat lahirnya proyek hijau yang berkontribusi pada pengendalian perubahan iklim,”
Implikasi dan prospek
Dengan 99 peserta lintas sektor, INVIROTECH berpotensi mempercepat transfer teknologi dan aliran modal ke proyek-proyek lingkungan. Implementasi yang lebih luas akan membutuhkan komitmen pembiayaan jangka panjang dan kebijakan pendukung.
Jika konektivitas antara inovator, investor, dan pemerintah terus diperkuat, acara ini bisa melahirkan proyek-proyek hijau yang nyata dan berdampak pada pengendalian pencemaran serta perubahan iklim.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...
Olivia Zalianty Harap Lagu Pancasila Perkuat Nilai Kebangsaan
Olivia Zalianty merilis lagu "Pancasila" untuk membantu masyarakat meresapi nilai negara melalui musik yang...
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...