Kepala BGN Lapor Prabowo soal Efisiensi Anggaran MBG
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 11 Juni 2026 untuk melaporkan upaya efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nanik datang pukul 14.20 WIB dan menyatakan niatnya untuk menyampaikan hasil efisiensi secara langsung kepada Presiden sebelum mengungkapkan angka ke publik.
Pertemuan dan pernyataan Nanik
Nanik mengatakan pertemuan berfokus pada penghematan anggaran MBG. Ia menyebut kabar efisiensi itu sebagai perkembangan yang menggembirakan, tetapi menolak membeberkan rincian angka sebelum melapor ke Presiden.
"Efesiensi anggaran, kabar gembira. Biar turun, biar turun, efisiensi, mau lapor Pak Presiden efisiensi"
Dia menegaskan, "Ya lapor dulu ke Pak Presiden. Masa aku lapor ke kalian," ketika ditanya wartawan di Istana Kepresidenan.
Realisasi anggaran per Mei 2026
Sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi anggaran Program MBG hingga Mei 2026. Menurut Purbaya, realisasi mencapai Rp88,15 triliun, meningkat dibanding posisi April yang tercatat Rp75 triliun.
"Realisasi anggaran Makan Bergizi Gratis sampai sekarang sudah mencapai Rp88,15 triliun untuk 63,13 juta penerima. Dan 29.679 SPPG,"
Data Kementerian keuangan menunjukkan capaian itu sejalan dengan perluasan cakupan penerima dan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Siapa penerima manfaat MBG?
Dari total 63,13 juta penerima yang terdata, distribusi kelompok penerima adalah sebagai berikut:
- 48,9 juta siswa
- 14,3 juta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita
- 29.679 SPPG sebagai unit pelayanan
Pemangkasan pagu anggaran dan alasan efisiensi
Purbaya mengatakan pemerintah telah memangkas pagu program MBG di APBN 2026. Anggaran semula sebesar Rp335 triliun dikurangi menjadi Rp268 triliun. Menurut Kementerian Keuangan, pemangkasan dimaksudkan agar pengelolaan program lebih efisien sesuai instruksi Presiden.
Implikasi dan tindak lanjut
Rencana Nanik melapor langsung kepada Presiden menunjukkan pemerintah sedang mengkonsolidasikan langkah efisiensi sebelum mengumumkan detail ke publik. Pengurangan pagu turut menjadi sinyal untuk mengatur ulang prioritas pengeluaran agar capaian MBG tetap terjaga namun anggaran lebih efektif.
Langkah selanjutnya yang dinantikan publik adalah rincian efisiensi yang akan dipaparkan Nanik kepada Presiden dan kebijakan operasional lanjutan dari Kementerian Keuangan serta BGN.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...
Olivia Zalianty Harap Lagu Pancasila Perkuat Nilai Kebangsaan
Olivia Zalianty merilis lagu "Pancasila" untuk membantu masyarakat meresapi nilai negara melalui musik yang...
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...