Kemkomdigi Dorong Akses Internet 100 Mbps seharga Rp100 Ribu
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan upaya menyediakan layanan internet berkecepatan 100 Mbps dengan tarif Rp100 ribu per bulan. Pernyataan itu disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, pada keterangan tertulis, Sabtu, 30 Mei 2026. Upaya ini dimaksudkan untuk mempercepat pemerataan akses digital dan menurunkan beban biaya internet bagi masyarakat.
Rencana layanan dan target harga
Nezar menyebut jika target tersebut tercapai, kebijakan itu akan menjadi titik balik dalam pemerataan akses digital nasional. Ia menilai harga terjangkau dan kecepatan tinggi dapat memperluas kesempatan masyarakat mendapat layanan digital berkualitas. Pemerintah melihat ini sebagai langkah strategis untuk mengatasi hambatan biaya yang selama ini mengurangi akses publik.
Infrastruktur dan tantangan implementasi
Meski ambisius, Nezar mengakui realisasi membutuhkan dukungan infrastruktur yang inklusif dan investasi berkelanjutan. Pemerataan jaringan harus disertai peningkatan kecakapan talenta digital agar manfaatnya maksimal. Saat ini, menurut Nezar, jaringan telekomunikasi telah menjangkau 97 persen wilayah Indonesia, tetapi kualitas layanan dan kemampuan pengguna masih memerlukan perhatian.
Dampak pada transformasi digital dan ekonomi
Pemanfaatan akses internet cepat dan murah diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi digital melalui peningkatan produktivitas. Pemerintah menargetkan masyarakat tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pelaku produktif di ruang digital. Dengan demikian, akses yang lebih luas dapat meningkatkan kesejahteraan dan membuka peluang ekonomi baru.
"Kalau kita bisa menyediakan internet 100 Mbps dengan harga Rp100 ribu, ini akan menjadi game changer. Ini bukan hanya soal koneksi internet, tetapi bagaimana masyarakat bisa mendapatkan akses digital yang lebih setara,"
Nezar menegaskan pentingnya memastikan akses digital bersifat inklusif. "Jangan sampai ada masyarakat yang tertinggal hanya karena tidak mampu mengakses internet yang berkualitas," katanya tegas. Pernyataan ini menekankan komitmen pemerintah pada tujuan jangka panjang pemerataan akses.
Langkah selanjutnya
Pemerintah perlu menyusun kebijakan dan kemitraan dengan penyedia infrastruktur untuk merealisasikan target harga dan kecepatan. Selain itu, program peningkatan keterampilan digital menjadi kunci agar manfaat akses berkualitas benar-benar dirasakan luas. Pemantauan capaian jaringan dan evaluasi kebijakan di lapangan akan menentukan keberlanjutan inisiatif ini.
Jika berhasil, skema 100 Mbps dengan harga Rp100 ribu akan mendorong percepatan transformasi digital nasional sekaligus menurunkan hambatan biaya bagi masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
North Hub Targetkan 1.000 MMSCFD Gas dan 8.000 Lapangan Kerja
Proyek North Hub ditargetkan produksi 1.000 MMSCFD gas dan buka 8.000 lapangan kerja, mulai berproduksi kuar...
Akad Nasional 62 Ribu KPR Subsidi Dorong Pemerataan Hunian
Pemerintah tingkatkan akad massal KPR subsidi menjadi 62.000 unit, gabungkan FLPP dan KUR perumahan untuk pe...
Pemerintah Canangkan GNPP untuk Perkuat Pelayanan Publik
Pemerintah meluncurkan GNPP pada 24 Juli 2026 untuk percepat transformasi layanan publik yang mudah diakses,...
Gagalkan Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling, 1 Tersangka Ditangkap
Direktorat Penegakan Hukum Kehutanan gagalkan penyelundupan 3 ton sisik trenggiling; satu tersangka ditetapk...
Bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Roboh, Pemkot: Faktor Usia
Pemkot Jaksel: SDN Kebayoran Lama Selatan 09 roboh karena usia bangunan dan struktur utama tak pernah diperk...
Pemerintah Luncurkan GNPP: Pelayanan Publik Terintegrasi 24/7
Pemerintah meluncurkan GNPP untuk layanan publik terintegrasi dan meluncurkan simbol 24/7, serta percepatan...