Inovasi Konsisten Bawa New Home Product Bertahan 15+ Tahun
Hindun Himran, pemilik New Home Product, mengatakan konsistensi berinovasi menjadi kunci agar usahanya bertahan lebih dari 15 tahun. Pernyataan itu disampaikan dalam Program UMKM Bicara RRI pada Senin, 3 Agustus 2026. Hindun menjelaskan perkembangan usaha dari penjualan madu hingga lini produk kesehatan, minuman, dan parfum.
Perjalanan usaha dan transformasi produk
Usaha dimulai dari menjual madu dan berkembang secara organik ke produk lain. Pengalaman mengikuti inkubator bisnis memberi Hindun pengetahuan penting tentang manajemen produk dan pemasaran. Perubahan bertahap itu membantu memperluas pangsa pasar dan variasi produk.
Makna nama dan rencana produksi
Nama New Home Product dipilih sebagai simbol. Hindun menyebut nama itu sebagai rumah bagi seluruh produk yang dihasilkannya dan doa agar kelak memiliki pabrik permanen. Dengan fasilitas produksi sendiri, langkah berikutnya adalah menuntaskan persyaratan perizinan termasuk pengurusan izin BPOM.
Fokus pada kualitas dan kemasan
Selain kualitas isi, kemasan menjadi perhatian utama Hindun. Ia memastikan semua botol yang digunakan dalam kondisi baru dan bersih. Langkah ini bertujuan memberi rasa aman dan kepercayaan kepada konsumen agar produk tetap terjaga mutu dan higienitasnya.
"Kalau seberapa penting inovasi, ya penting sekali. Karena setiap saat kita punya pesaing yang baru. Kita harus terus berinovasi supaya tetap bisa bersaing,"
Pernyataan itu menegaskan strategi utama bisnisnya: inovasi berkelanjutan untuk menjaga daya saing di pasar yang dinamis.
Operasional dan strategi skala
Hingga kini Hindun belum mempekerjakan karyawan tetap. Ia mengelola produksi, pengemasan, dan pengiriman secara mandiri. Saat permintaan meningkat, anggota keluarga turun tangan membantu proses operasional. Model ini menjaga fleksibilitas biaya sambil memastikan kontrol kualitas tetap ketat.
Pesan untuk pelaku UMKM
Hindun mendorong pelaku UMKM untuk tidak ragu memulai usaha. Ia menekankan pentingnya terus meningkatkan kualitas produk dan memanfaatkan inovasi serta teknologi. Menurutnya, kombinasi kualitas, kemasan yang baik, dan pembaruan produk adalah modal utama untuk bertahan dan berkembang.
Ke depan, rencana New Home Product berfokus pada pengurusan izin yang masih diperlukan dan upaya memperoleh fasilitas produksi permanen. Langkah itu diharapkan mempercepat skala usaha dan membuka akses pasar yang lebih luas.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Bunga Utang Capai Rp394,1 T, APBN Agustus 2026 Defisit
Pembayaran bunga utang mencapai Rp394,1 triliun hingga Agustus 2026, membuat APBN tercatat defisit Rp240,1 t...
Pembiayaan Utang Capai Rp506 T hingga Agustus 2026
Realisasi pembiayaan utang neto Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026, setara 60,8% dari target APBN 2026; SB...
IHSG Melemah 0,33% ke 6.441,15 pada Penutupan Jumat
IHSG turun 0,33% ke 6.441,15 pada penutupan Jumat; volume 32,6 miliar saham dan nilai transaksi Rp19,2 trili...
Penerbitan SBN 2026 Tetap Sesuai Rencana, Defisit APBN 2,85%
Kemenkeu: penerbitan SBN hingga akhir 2026 on track untuk penuhi pembiayaan dan jaga outlook defisit APBN 2,...
Sharp Indonesia Raih Dua Penghargaan PR Pilihan Jurnalis 2026
Sharp Indonesia dan Andry Adi Utomo meraih dua penghargaan Journalists’ Choice di Indonesia PR of the Year 2...
AXA dirikan AXA Sharia Life untuk perluas proteksi syariah
AXA mendirikan AXA Sharia Life Insurance dan mendapat izin OJK untuk memperkuat layanan asuransi syariah di...