Indonesia dan WCS Perkuat Pendanaan Konservasi Taman Nasional
Pemerintah Indonesia menandatangani pernyataan bersama dengan Wildlife Conservation Society (WCS) di Bronx Zoo, AS, Kamis, 14 Mei 2026, untuk memperkuat pembiayaan dan pengelolaan taman nasional. Kesepakatan ini bertujuan mendorong sistem pendanaan yang lebih efektif dan berkelanjutan bagi kawasan konservasi di Indonesia.
Kesepakatan dan tujuan kerja sama
Kunjungan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ke Bronx Zoo menjadi momen penandatanganan yang menandai penguatan kemitraan jangka panjang. Fokus utama adalah mendukung pembentukan Task Force on Innovative Financing for National Parks guna mencari mekanisme pembiayaan baru bagi taman nasional.
Empat taman nasional prioritas
WCS berkomitmen memberikan dukungan teknis dan kelembagaan untuk empat taman nasional prioritas, yakni:
- Taman Nasional Way Kambas
- Taman Nasional Wakatobi
- Taman Nasional Manusela
- Taman Nasional Gunung Leuser
Keempat kawasan ini dinilai memiliki nilai keanekaragaman hayati yang tinggi dan penting bagi jasa lingkungan serta masyarakat sekitar.
Mekanisme pendanaan: IBioFund dan Task Force
Salah satu langkah kebijakan dalam kerja sama ini adalah menempatkan Indonesia Biodiversity Fund (IBioFund) sebagai mekanisme pendanaan jangka panjang. IBioFund diharapkan membantu pengelolaan konservasi secara terukur, mengurangi ketergantungan pada anggaran tahunan pemerintah, dan menarik sumber pembiayaan baru.
Kunjungan Bronx Zoo dan transfer praktik konservasi
Delegasi Indonesia meninjau sistem pengelolaan Bronx Zoo untuk mempelajari praktik integrasi konservasi satwa, riset ilmiah, edukasi publik, dan pemberdayaan masyarakat. Peninjauan ini bertujuan menerapkan pengalaman tersebut pada pengelolaan taman nasional di Indonesia.
Pernyataan pejabat
“Melalui kolaborasi ini, Indonesia ingin memperkuat langkah-langkah konkret. Tujuannya agar upaya konservasi dapat terus mendukung pembangunan berkelanjutan dan kepentingan nasional,”
— Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan, 14 Mei 2026
“Bersama-sama, kami ingin mendorong berbagai inisiatif konservasi yang berdampak nyata bagi ketahanan hutan. Dan juga perlindungan satwa liar, serta keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang,”
— Robert G. Menzi, perwakilan WCS
Dampak dan prospek ke depan
Langkah ini diharapkan memperkuat kapasitas pengelolaan taman nasional dan membuka akses pembiayaan inovatif. Ke depan, pembentukan task force dan penguatan IBioFund akan menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan konservasi serta memperkuat peran hutan dalam ketahanan iklim.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
KPR Subsidi FLPP Diperluas untuk Mitra Ojol melalui Kerja Sama GoTo
BP Tapera memperluas KPR Sejahtera FLPP untuk mitra ojol lewat kerja sama dengan GoTo, disertai verifikasi k...
Kementan dan Satgas Pangan Awasi Kenaikan Harga Ayam Peternak
Kementan dan Satgas Pangan Polri mengawal kenaikan harga ayam hidup; target minimal Rp19.500/kg pada 15 Juli...
Ditjen Hubud dan DGAC Prancis Perbarui Annex VI untuk Keselamatan Penerbangan
Ditjen Hubud dan DGAC Prancis memperbarui Annex VI pada 2 Juli 2026 untuk memperkuat keselamatan, keamanan,...
Ancaman Scam Meningkat, Kerugian Capai Rp7,5 Triliun
Kemkomdigi catat lonjakan scam digital; kerugian tercatat mencapai Rp7,5 triliun, pemerintah dorong fitur an...
KemenPPPA: Perlindungan Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas Negara
KemenPPPA menegaskan negara wajib melindungi tenaga kesehatan setelah meninggalnya dr. I di NTT; penegakan h...
PPPA Dorong Transformasi Digital Pendidikan demi Perlindungan Anak
Kementerian PPPA mendorong transformasi digital pendidikan untuk layanan belajar berkualitas dan perlindunga...