IHSG Dibuka Melemah, Berpeluang Uji Level 6.000
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada Kamis, 11 Juni 2026, turun ke level 5.899,26 atau minus 3,11 poin (0,05%). Meski demikian, analis melihat peluang penguatan yang dapat mendorong indeks menguji level psikologis 6.000 pada perdagangan hari ini.
Proyeksi teknikal dan komentar analis
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menilai IHSG memiliki potensi melanjutkan penguatan setelah reli pada sesi sebelumnya. Ia memperkirakan support berada di rentang 5.750-5.840 dan resistansi di kisaran 6.000-6.050.
'IHSG berpotensi menguji level psikologis 6.000,' kata Fanny.
Aksi jual asing dan saham yang banyak dilepas
Kendati peluang penguatan ada, penguatan indeks masih dibayangi oleh aksi jual investor asing. Pada perdagangan sebelumnya tercatat net sell asing mencapai Rp3,13 triliun. Saham yang paling banyak dilepas antara lain BBRI, TPIA, BBNI, ANTM, dan BUMI.
Tekanan ini berisiko menahan laju kenaikan IHSG bila aksi jual berlanjut pada sesi siang dan penutupan.
Faktor eksternal: geopolitik dan inflasi AS
Pelaku pasar juga mencermati meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS disebut kembali mengancam langkah militer setelah negosiasi dengan Teheran dinilai berjalan lambat, sehingga sentimen geopolitik menekan pasar global.
Selain itu, data inflasi inti AS pada Mei 2026 menunjukkan kenaikan 0,2% month-to-month, lebih rendah dari konsensus 0,3%. Namun Fanny mengingatkan bahwa inflasi masih berada di atas target The Fed 2%, sehingga ada kekhawatiran suku bunga tinggi bisa bertahan lebih lama.
Harga minyak dunia yang meningkat akibat konflik di Timur Tengah menambah tekanan inflasi global dan meningkatkan risiko pasar.
Sentimen domestik
Dari sisi domestik, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun menjadi 120,9 pada Mei 2026 dari sebelumnya 123. Meski turun, ekspektasi masyarakat terhadap ketersediaan lapangan kerja dan aktivitas bisnis masih menunjukkan perbaikan. Hal ini memberi sinyal campuran bagi prospek konsumsi dan pertumbuhan ekonomi domestik.
Secara keseluruhan, IHSG menghadapi dinamika antara potensi pengujian level 6.000 dan risiko tekanan dari aksi jual asing serta ketidakpastian eksternal. Pelaku pasar akan terus memantau data ekonomi global dan perkembangan geopolitik yang dapat mempengaruhi arah perdagangan pada sesi berikutnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
IHSG Dibuka Menguat 0,14% ke 6.018,08, Sentimen Minyak & Inflasi Jadi Perhatian
IHSG dibuka menguat 0,14% ke 6.018,08 pada 2 Oktober 2026; sentimen minyak, inflasi, dan ketegangan geopolit...
Rupiah Menguat Dibuka, Risiko Tekanan dari Kenaikan Harga Minyak
Rupiah dibuka menguat ke Rp17.910 per dolar, namun berisiko melemah karena kenaikan harga minyak dan ketegan...
IHSG Diperkirakan Melemah, Pasar Cermati Laju Inflasi
IHSG diperkirakan melemah dan menguji level 6.000 di tengah aksi jual asing serta kenaikan inflasi September...
DJP Percepat Pemungutan PPh 22 melalui Empat Lokapasar
DJP mempercepat pemungutan PPh Pasal 22 melalui lokapasar mulai 1 Oktober 2026; empat platform ditunjuk dan...
Dua Wamenkeu Dilantik, Kemenkeu Perkuat Pelaksanaan APBN
Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman dilantik sebagai Wamenkeu pada 1 Okt 2026 untuk memperkuat pelaksana...
Rupiah Turun ke Rp17.966 di Tengah Ketidakpastian AS–Iran
Rupiah melemah 0,40% ke Rp17.966 per dolar pada 1 Okt 2026, terdorong ketidakpastian AS–Iran dan pergeseran...