IHSG Turun ke 6.201,8 pada Pembukaan 26 Mei 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada pembukaan perdagangan Selasa, 26 Mei 2026, mencapai level 6.201,8 atau turun 4,545 poin (0,07 persen) dibanding penutupan hari sebelumnya. Penurunan awal ini dipengaruhi kombinasi net sell asing, sentimen geopolitik, dan kenaikan harga minyak.
Pembukaan pasar dan proyeksi pergerakan IHSG
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memperkirakan IHSG berpotensi terkoreksi pada sesi ini. Menurutnya, rentang gerak di area support berada pada 6.060-6.170, sementara resistansi diperkirakan di 6.250-6.270.
"IHSG berpotensi terkoreksi, di level support IHSG akan bergerak pada rentang 6.060-6.170. Di level resistansi, IHSG akan bergerak pada rentang 6.250-6.270."
Peran penjualan asing dan saham yang paling banyak dijual
Walau IHSG menutup naik pada sesi sebelumnya, aktivitas investor asing masih menunjukkan tekanan. Tercatat ada net sell asing sebesar Rp2,09 triliun pada penutupan Senin 25 Mei 2026.
Saham-saham yang paling banyak dijual oleh investor asing antara lain:
- AMMN
- BMRI
- AMRT
- ANTM
- TPIA
Sentimen geopolitik dan harga minyak
Sentimen pasar dipengaruhi laporan mengenai upaya mediasi yang melibatkan pihak ketiga untuk memfasilitasi pembicaraan antara AS dan Iran. Perkembangan ini mendorong optimisme bahwa eskalasi lebih lanjut dapat dihindari dan jalur perdagangan minyak bisa kembali terbuka.
"Tim dari Qatar telah terbang ke Teheran dengan koordinasi AS guna membantu tercapainya kesepakatan," ujar Fanny.
Sementara itu, harga minyak mencatat kenaikan: minyak Brent naik sekitar 0,9 persen ke level USD103,54 per barel, sedangkan WTI menguat sekitar 0,3 persen menjadi USD96,60 per barel. Kenaikan minyak berpotensi menimbulkan tekanan bagi pasar saham yang sensitif terhadap biaya energi.
Kondisi bursa regional
Pasar Asia umumnya menguat pada sesi sebelumnya, meski dampaknya terhadap IHSG terbatas karena beberapa faktor domestik dan aktivitas jual asing. Contoh pergerakan regional pada sesi sebelumnya termasuk lonjakan Indeks Nikkei 225 hingga 2,87 persen, Taiex Taiwan naik 3,26 persen, dan CSI 300 Tiongkok meningkat 1,58 persen. Sebagian indeks lain menunjukkan penguatan moderat, sementara ada juga yang melemah tipis.
Penutup: prospek jangka pendek
Negosiasi terkait poin-poin utama kesepakatan masih berlangsung dan kemungkinan membutuhkan beberapa hari untuk mencapai persetujuan akhir. Dalam jangka pendek, IHSG diperkirakan akan bergerak fluktuatif sesuai perkembangan geopolitik, arus modal asing, dan pergerakan harga minyak global.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Ekspor Indonesia Agustus 2026 Tumbuh 6,72% menjadi USD26,61 Miliar
Ekspor Indonesia Agustus 2026 mencapai USD26,61 miliar, tumbuh 6,72% didorong manufaktur dan ekspor nonmigas...
Produk Indonesia Dilirik Buyer Spanyol, Potensi Transaksi USD2,31 Juta
Atase Perdagangan RI di Madrid catat potensi transaksi USD2,31 juta dari business matching; buyer Spanyol mi...
ISF 2026 Perkuat Kolaborasi Global untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
ISF 2026 digelar 6-7 Oktober di Jakarta untuk memperkuat kolaborasi global dalam pembiayaan, teknologi, dan...
Konsistensi Pasokan Ayam Kunci Kelancaran Operasional Bisnis Kuliner
Konsistensi pasokan ayam — ukuran, potongan, kualitas, dan jadwal pengiriman — menjadi penentu efisiensi dan...
Geo Dipa: Potensi Panas Bumi Indonesia Baru 11% Tergarap
Geo Dipa: potensi panas bumi 24 GW, namun baru 11% (2,7 GW) tergarap; hambatan utama biaya tinggi, waktu pem...
BI: KLM Perkuat Pembiayaan Perumahan, Rp118 T Tersalurkan
BI menyatakan KLM mendukung pembiayaan perumahan; realisasi 1,32% setara Rp118 triliun disalurkan ke 111 ban...