IHSG Terkoreksi 0,05% ke 6.127 Jelang Akhir Pekan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,05 persen ke level 6.127,38 pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026, seiring pasar merespons sentimen global dan data perdagangan yang tinggi.
Pergerakan pasar dan data perdagangan
IHSG dibuka pada posisi 6.112,77 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.230,50. Pada sesi pertama, indeks juga turun ke level terendah 6.112,77 sebelum menutup di zona merah.
Nilai transaksi hingga penutupan mencapai sekitar Rp 48,4 triliun. Volume perdagangan tercatat sebanyak 46,3 miliar lembar saham dengan frekuensi lebih dari 2,3 juta kali transaksi.
Komposisi pergerakan saham menunjukkan mayoritas melemah: 409 saham turun, 271 saham menguat, dan 137 saham stagnan.
Analisis teknikal dan proyeksi
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan berikutnya. Ia menempatkan level support dan resistansi sebagai acuan bagi pelaku pasar.
“IHSG berpotensi melanjutkan koreksi hari ini. Level support di rentang 6.000-6.070 dan level resistansi di rentang 6.200-6.300,” kata Fanny.
Sentimen global yang mempengaruhi pasar
Perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih menjadi perhatian investor. Meski demikian, pasar saham AS mencatat penguatan pada perdagangan Kamis yang diikuti oleh reli saham sektor teknologi.
“Indeks-indeks saham Wall Street kompak mencatat level tertinggi (all time high) pada perdagangan Kamis. Indeks S&P 500 naik 0,58 persen, Nasdaq Composite melonjak 0,91 persen, Dow Jones Industrial Average menguat 0,05 persen,” ujar Fanny.
Penguatan di Wall Street sebagian didorong oleh optimisme terhadap perkembangan artificial intelligence (AI) yang mengangkat kinerja saham teknologi.
Sementara itu, laporan menyebut negosiator AS dan Iran mencapai kesepakatan nota kesepahaman untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari sambil melanjutkan pembahasan program nuklir. Berita ini menjadi faktor yang menciptakan sinyal campuran di pasar global.
Pergerakan bursa Asia
Bursa Asia mayoritas melemah pada Kamis, namun pergerakannya beragam:
- Nikkei 225 (Jepang) turun 0,47 persen
- Hang Seng (Hong Kong) melemah 1,27 persen
- KOSPI (Korea Selatan) terkoreksi 0,53 persen
- CSI 300 dan Shanghai Composite di Tiongkok daratan masing-masing menguat 0,12 persen
"Pelemahan bursa saham di Asia merupakan level terendah sepanjang masa. Pelaku pasar melihat sinyal yang saling bertentangan dari AS dan Iran mengenai prospek kesepakatan untuk mengakhiri perang,” kata Fanny.
Dengan sinyal global yang masih beragam, pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati perkembangan geopolitik dan laporan korporasi sebagai penentu arah IHSG pada hari-hari mendatang.
Berita Terkait
Lalamove Catat Pengiriman Jarak Jauh Tumbuh 47% Jan–Apr 2026
Lalamove Indonesia mencatat kenaikan pengiriman jarak jauh 47% Jan–Apr 2026; mayoritas rute 50–80 km dan pic...
Rupiah Tutup Pekan di Rp17.880, Melemah 0,20% terhadap Dolar
Rupiah ditutup melemah 0,20% ke Rp17.880 per dolar pada 29 Mei 2026 akibat data AS dan arus modal keluar.
Astra Perluas Rumah Layak Huni dan Luncurkan EcoBiz di Garut
Astra serahkan Rumah Layak Huni dan luncurkan EcoBiz Desa Sejahtera Astra di Garut, melibatkan 3.000 petani...
Pemprov DKI Gencarkan Panel Surya untuk Kurangi Ketergantungan BBM
Pemprov DKI mempercepat pemasangan PLTS atap di fasilitas publik untuk kurangi penggunaan BBM dan dukung tar...
BI Jelaskan Penyebab Rupiah Melemah dan Langkah Stabilitas
BI jelaskan penyebab rupiah melemah pada akhir Mei 2026 dan langkah stabilisasi termasuk intervensi valas, p...
IHSG Menguat di Jeda Siang ke 6.217,88, Sentimen Geopolitik Mereda
IHSG menguat 1,43% ke 6.217,88 pada jeda siang 29 Mei 2026, didorong meredanya ketegangan geopolitik dan opt...