IHSG Diprakirakan Stagnan Menjelang Hasil Rapat Dewan Gubernur BI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan bergerak stagnan pada perdagangan Kamis, 18 Juni 2026. Sentimen pasar dipengaruhi keluarnya modal asing dan antisipasi terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI). Sehari sebelumnya IHSG turun 0,55 persen ke level 6.220, sementara investor asing mencatat net sell sebesar Rp328 miliar.
Proyeksi pergerakan IHSG
Senior Analyst Retail Research BNI Sekuritas Juido Hutabarat memperkirakan indeks akan cenderung sideways atau melemah. Menurutnya, level support berada pada kisaran 6.130–6.200 dan level resistansi pada rentang 6.250–6.276. Kondisi ini sejalan dengan arus keluar modal asing yang menekan likuiditas pasar.
“Melihat hal tersebut, kami memperkirakan IHSG akan sideways (stagnan), cenderung melemah,”
Dampak kebijakan The Fed terhadap pasar global
Perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat juga memberi tekanan. Pasar global menanggapi rapat perdana The Fed di bawah kepemimpinan Kevin Warsh yang dinilai lebih hawkish dari ekspektasi. Hal ini mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan koreksi tajam pada indeks saham di AS.
Indeks Dow Jones melemah 0,98 persen, S&P 500 turun 1,21 persen, dan Nasdaq Composite anjlok 1,34 persen. The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5–3,75 persen, namun dot plot terbaru menunjukkan kenaikan perkiraan suku bunga pada akhir 2026.
“Proyeksi terbaru, median perkiraan suku bunga the Fed pada akhir 2026 naik menjadi 3,8 persen dari 3,4 persen pada Maret 2026,”
“Ketidakpastian semakin meningkat setelah Kevin Warsh memilih tidak menyerahkan proyeksi suku bunganya sendiri,”
Sentimen regional dan fokus domestik
Di kawasan Asia-Pasifik, mayoritas bursa menguat pada sesi sebelumnya. Bursa Korea Selatan (Kospi) memimpin dengan kenaikan sekitar 1,6 persen. Namun, Juido menekankan sentimen di Asia masih rentan terhadap perkembangan geopolitik dan negosiasi antara AS dan Iran.
Di dalam negeri, perhatian pelaku pasar tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur BI. Para analis menilai BI masih memiliki peluang untuk menaikkan suku bunga jika diperlukan demi menstabilkan nilai tukar rupiah. Keputusan BI diperkirakan akan menjadi penentu arah IHSG dalam beberapa hari mendatang.
Secara keseluruhan, kombinasi aliran modal asing, respons pasar global terhadap kebijakan The Fed, dan keputusan moneter domestik menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan IHSG dalam jangka pendek.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemprov DKI, Bank Jakarta & Persija Perkuat Sport Tourism
Pemprov DKI, Bank Jakarta, dan Persija bersinergi untuk memperkuat sport tourism menjelang 500 tahun Jakarta...
Sao Tome Buka Jalur Paspor untuk Investor dengan Investasi $90.000
Sao Tome menawarkan paspor melalui investasi $90.000 ke National Transformation Fund, tanpa kewajiban meneta...
Jadwal Kapal Ferry Singkil–Pulau Banyak, Senin 10 Agustus 2026
KMP Aceh Hebat 3 layani rute Singkil–Pulau Banyak Senin 10 Agustus 2026; berangkat Singkil pukul 17.00 WIB,...
Jadwal Kapal Roro Sabang–Banda Aceh 10 Agustus 2026
PT ASDP Banda Aceh umumkan jadwal kapal Roro Sabang–Banda Aceh 10 Agustus 2026, termasuk jadwal KMP Aceh Heb...
Pelabuhan Kijing Berpeluang Jadi Pintu Ekspor Utama Kalbar
Pelabuhan Kijing di Mempawah berpotensi jadi pintu ekspor utama Kalbar berkat posisi strategis, infrastruktu...
Harga Ikan di Singkil Naik Tajam karena Pasokan Menipis
Pasokan ikan di Aceh Singkil menipis akibat cuaca ekstrem dan musim paceklik, memicu lonjakan harga hingga R...