Ekonomi

IHSG Rebound ke 6.346 Saat Sesi I, BNI Sekuritas Waspada

Bagikan:
Grafik pergerakan IHSG menuju level 6.346 pada sesi I 23 Juli 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound pada pembukaan perdagangan Kamis, 23 Juli 2026, berada di level 6.346,62 atau naik 12,14 poin (0,19 persen) dari penutupan sebelumnya. Kenaikan ini terjadi di tengah ekspektasi pasar yang dinamis dan tekanan dari aksi jual investor asing.

Ringkasan pembukaan dan sentimen pasar

Pada awal sesi I, IHSG menunjukkan penguatan tipis setelah sehari sebelumnya turun 0,09 persen ke level 6.334. Meski rebound, analis memperkirakan pergerakan hari ini masih berfluktuasi akibat sentimen domestik dan global.

Aksi asing dan saham yang paling banyak dijual

BNI Sekuritas mencatat adanya net sell asing senilai Rp1,11 triliun. Saham-saham yang tercatat paling banyak dilego oleh investor asing antara lain:

  • DSSA
  • BBRI
  • ASII
  • AMMN
  • TPIA

Proyeksi BNI Sekuritas

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memandang level support kunci berada di rentang 6.300-6.330. Jika level tersebut bertahan, IHSG berpeluang menguat hingga kisaran 6.700-6.850 dalam middle term. Namun, dia memberi peringatan jika indeks kembali turun di bawah 6.300.

"Jika IHSG kuat bertahan di atas support 6.300-6.330, ini berpotensi naik hingga 6.700-6.850 middle term."

Fanny juga menempatkan rentang pergerakan harian di level support 6.250-6.300, dengan resistansi diperkirakan di antara 6.380-6.480.

Pengaruh harga minyak dan kondisi global

Lonjakan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menjadi perhatian. Harga minyak Brent tercatat naik ke USD94,07 per barel setelah sempat menembus USD95, sementara WTI tercatat di USD86,83 per barel.

"Pasar mengkhawatirkan dampak lonjakan harga minyak terhadap laju inflasi. Inflasi tinggi akan mendorong bank sentral AS, The Fed, mempertahankan kebijakan moneter ketat," ujar Fanny.

Sentimen ini tercermin pada pelemahan bursa Wall Street pada Rabu, 22 Juli 2026, sedangkan bursa Asia bergerak variatif.

Suku bunga dan implikasi kebijakan

Di dalam negeri, Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di 5,75% per Juli 2026. Keputusan ini mengejutkan pasar yang sebelumnya memperkirakan kenaikan 25 basis poin menjadi 6,00 persen.

Menurunnya kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga domestik sementara meningkatnya spekulasi kenaikan suku bunga The Fed menjadi faktor yang harus dicermati investor dalam beberapa sesi mendatang.

Secara keseluruhan, meski IHSG rebound di awal sesi, prospek jangka pendek akan bergantung pada kemampuan indeks mempertahankan level 6.300, perkembangan harga minyak global, serta aksi net sell asing.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait