IHSG Diperkirakan Lanjutkan Penguatan Setelah Aliran Modal Asing
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia diperkirakan melanjutkan penguatan hari ini setelah ditutup menguat 2,07% pada penutupan pekan lalu ke level 6.007,66. Dorongan datang dari aliran modal asing dengan net buy sebesar Rp287,77 miliar, di tengah sentimen perbaikan pasar global dan penurunan harga minyak.
Kinerja IHSG dan aliran modal asing
Pergerakan akhir pekan lalu ditopang oleh beli bersih investor asing. Saham-saham yang paling banyak diborong asing antara lain:
- BBCA
- DSSA
- TPIA
- AMMN
- BRMS
Prediksi teknikal: support dan resistance
Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan menuju kisaran 6.060. Namun ia mengingatkan kehati-hatian jika indeks menembus level 6.000.
"IHSG hari ini berpotensi melanjutkan penguatan ke level 6.060. Tapi hati-hati jika IHSG tembus di 6.000,"
Menurut Fanny, level support diperkirakan berada di rentang 5.960–5.900, sedangkan resistansi di kisaran 6.060–6.150.
Sentimen global: prospek perdamaian AS–Iran dan harga minyak
Sentimen pasar kini dipengaruhi oleh harapan tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran. Laporan menyebutkan ada komitmen terkait pencabutan sanksi minyak AS dan pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran. Prospek perdamaian itu diharapkan menekan harga minyak dunia.
"Menurut laporan yang beredar, kesepakatan damai kemungkinan ditandatangani di Swiss paling cepat hari Minggu (Senin waktu Indonesia)," kata Fanny.
Tim analis Phintraco Sekuritas melaporkan harga minyak sudah turun di bawah USD 90 per barel pada akhir pekan lalu. Tim ini juga menyoroti potensi reaksi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed setelah kepemimpinan baru.
Faktor domestik: kebijakan BI dan tekanan APBN
Penurunan harga minyak memberi dampak positif domestik karena dapat mengurangi tekanan terhadap defisit APBN. Pasar juga memperhatikan langkah efisiensi anggaran serta revisi target program pembangunan koperasi desa yang disebut mengalami penurunan target.
Sisi kebijakan moneter juga menjadi perhatian. Menurut konsensus, Bank Indonesia diperkirakan akan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur bulan Juni 2026. Sebelumnya BI telah menaikkan suku bunga menjadi 5,5% pada 9 Juni 2026.
Secara keseluruhan, kombinasi aliran modal asing, sentimen geopolitik yang mereda, dan prospek kebijakan domestik diperkirakan akan menentukan arah IHSG dalam beberapa hari mendatang.
Berita Terkait
Booth MINERALive MIND ID di INVIROTECH 2026 Jadi Magnet
Booth MINERALive MIND ID di INVIROTECH 2026 menarik pengunjung lewat demo maggot, daur ulang plastik, dan pr...
Whoosh Berlakukan Tarif Dinamis Mulai Rp250.000, Diskon 20%
Whoosh berlakukan tarif dinamis mulai Rp250.000 untuk libur Tahun Baru Islam dan libur sekolah, serta diskon...
Komisi V Dorong Penguatan Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat
Komisi V DPR mendorong penguatan program Infrastruktur Berbasis Masyarakat untuk membantu pembangunan daerah...
MODENA Pay: Kartu Kredit & Debit Baru dengan Cicilan 0%
MODENA Group dan MNC Bank luncurkan MODENA Pay: kartu kredit & debit dengan cicilan 0%, cashback 5%, dan beb...
Harga Emas Antam Stabil di Rp2.711.000 per Gram
Harga emas Antam di Logam Mulia stabil Rp2.711.000 per gram pada 14 Juni 2026; pasar mencatat fase konsolida...
KAI Targetkan Pangkas 133.676 Ton CO2e Lewat B50
KAI targetkan pengurangan 133.676 ton CO2e lewat B50 sebagai bagian dari total 166.873 ton dekarbonisasi den...