Ekonomi

IHSG Menguat di 6.351,14 Didukung Optimisme Pasar

Bagikan:
Grafik pergerakan IHSG ditutup di level 6.351,14 pada 5 Agustus 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada penutupan Rabu, 5 Agustus 2026, ke level 6.351,14 atau naik 31,53 poin (0,5 persen). Kenaikan ini terjadi di Bursa Efek Indonesia setelah pasar merespons optimisme eksternal dan data domestik terbaru.

Pergerakan Pasar dan Data Perdagangan

IHSG dibuka di 6.338,59 dan sempat menyentuh posisi terendah 6.316,10 sebelum menutup di zona positif. Pergerakan pasar didominasi saham-saham yang menguat.

  • Jumlah saham naik: 406
  • Jumlah saham turun: 208
  • Stagnan: 178
  • Nilai transaksi: Rp14,53 triliun
  • Volume: 39,65 miliar lembar
  • Frekuensi transaksi: lebih dari 2,3 juta kali

Sentimen Eksternal: Harapan Deeskalasi AS-Iran

Tim analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan sentimen eksternal menjadi pendorong utama penguatan. Pasar regional Asia bergerak menguat setelah muncul harapan deeskalasi antara Amerika Serikat dan Iran.

“Dari sisi eksternal, bursa regional Asia bergerak menguat setelah harapan baru deeskalasi AS dengan Iran,” ujar Tim Pilarmas. “Pasar saat ini terangkat optimisme atas kesepakatan sementara antara AS dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.”

Menurut Pilarmas, Qatar melaporkan mediasi memasuki tahap lanjut dan draf proposal telah disiapkan. Pejabat Washington juga optimistis bahwa kesepakatan segera tercapai.

Sentimen Domestik: Data Ekonomi Kuartal II

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026 sebesar 5,29% secara tahunan. Angka ini melambat dibanding kuartal sebelumnya yang mencapai 5,61% namun melampaui konsensus pasar sebesar 5,1%.

“Pertumbuhan tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global,” kata Tim Pilarmas. “Kondisi tersebut menjadi sentimen positif yang turut menopang penguatan IHSG sepanjang sesi perdagangan.”

Implikasi dan Prospek

Perkembangan mediasi AS-Iran berpotensi meredakan tekanan inflasi global dan menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Sementara itu, data BPS menambah keyakinan investor terhadap prospek domestik.

Investor perlu memantau perkembangan negosiasi internasional dan laporan ekonomi berikutnya untuk menilai kelanjutan tren pasar.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait