OJK Tindak 15 Pialang Asuransi Diduga Tanpa Izin
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menindak 15 perusahaan yang diduga menjalankan usaha pialang asuransi tanpa izin. Pengumuman ini disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, Selasa, 4 Agustus 2026, sebagai bagian dari penegakan hukum dan peningkatan tata kelola industri asuransi.
Penindakan dan proses hukum
OJK menyatakan pendalaman terhadap 15 entitas tersebut masih berlangsung. Beberapa kasus telah melewati tahap penyelidikan dan naik ke penyidikan.
"Upaya penegakan hukum terus dilakukan dengan mengatasi pialang asuransi yang tidak berizin,"
Ogi menambahkan bahwa sebagian kasus telah masuk ke ranah peradilan.
"Mulai dari penyelidikan, penyidikan dan beberapa telah masuk dalam proses persidangan,"sehingga tindakan penegakan diharapkan memberi efek jera.
Modus operandi yang ditemukan
Pengawas OJK menemukan beberapa modus yang memungkinkan kegiatan pialang berjalan tanpa izin. Salah satunya adalah mempekerjakan agen asuransi untuk melakukan tugas yang seharusnya menjadi kewenangan pialang.
Temuan tersebut menegaskan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap rantai kewenangan pada pelaku usaha perasuransian.
Syarat kepatuhan dan pendaftaran ulang
OJK mengingatkan setiap perusahaan pialang wajib memiliki tenaga pialang bersertifikat dari Lembaga Sertifikasi Profesi dan terdaftar resmi di OJK. Saat ini, otoritas mewajibkan pendaftaran ulang tenaga pialang untuk memperoleh STDD berbasis QR Code sebagai upaya digitalisasi dan verifikasi keaslian tenaga pialang.
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Pialang yang sudah terdaftar | 434 |
| Perusahaan pialang berizin | 191 |
Sanksi administratif dan imbauan
Selain proses pidana terhadap pelaku ilegal, OJK memberikan sanksi administratif kepada perusahaan asuransi yang diketahui bekerja sama dengan pihak tidak berizin. Perusahaan diminta segera menghentikan kerja sama tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
OJK menegaskan bahwa kepatuhan perusahaan asuransi terhadap persyaratan pialang penting untuk melindungi konsumen dan menjaga stabilitas pasar.
Implikasi dan langkah ke depan
Tindakan ini diharapkan meningkatkan kepatuhan dan menekan praktik usaha pialang ilegal. Pengawasan berkelanjutan dan digitalisasi melalui STDD berbasis QR Code menjadi strategi OJK untuk memperkuat verifikasi tenaga pialang.
Industri asuransi diingatkan untuk memperketat mekanisme due diligence mitra usaha dan memastikan seluruh mitra telah memiliki izin resmi dari OJK.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...