Perumdam Tirta Bateng Perluas Jaringan ke Penyak dan Simpang Katis
Perumdam Tirta Bangka Tengah mengumumkan rencana perluasan jaringan air bersih ke desa Penyak dan Simpang Katis. Pengumuman itu disampaikan oleh Direktur Perumdam, Achmad Barliansyah, pada Rabu, 5 Agustus 2026, di Bangka Tengah. Tujuan utama adalah memperluas cakupan layanan dan meningkatkan kualitas distribusi air bagi warga di kawasan tersebut.
Rencana perluasan dan cakupan pelayanan
Saat ini, Perumdam Tirta Bangka Tengah mengelola layanan di tiga kecamatan, yakni Koba, Simpang Katis, dan Namang. Rencana ini menargetkan koneksi baru ke Penyak dan perluasan di Simpang Katis untuk menjangkau lebih banyak rumah tangga.
Perumdam menyatakan perluasan akan dilakukan bertahap dan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta pendanaan. Langkah ini diharapkan mendorong akses air bersih yang lebih merata di Kabupaten Bangka Tengah.
Strategi peningkatan efisiensi dan kualitas
Direktur Perumdam menyebut beberapa langkah strategis untuk mendukung ekspansi jaringan dan memperbaiki layanan. Fokus utama meliputi digitalisasi pembacaan water meter serta perbaikan sistem akuntansi korporat.
"Kita ingin juga perluasan jaringan ke Penyak dan Simpang Katis. Untuk saat ini, Perumdam baru mengelola di tiga wilayah kecamatan, yakni Koba, Simpang Katis dan Namang,"
Selain itu, Perumdam mengusulkan pengambilan alih pengelolaan SPAM Pangkalan Baru sebagai bagian dari upaya konsolidasi layanan. Langkah ini diyakini bisa meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pasokan air.
- Digitalisasi pembacaan water meter untuk akurasi tagihan
- Perbaikan sistem akuntansi untuk transparansi keuangan
- Pengelolaan SPAM Pangkalan Baru untuk memperluas kapasitas distribusi
Respons pemerintah daerah dan kondisi keuangan BUMD
Bupati Algafry Rahman memberi apresiasi atas perbaikan kinerja Perumdam. Ia menilai BUMD kini menunjukkan tanda-tanda tata kelola yang lebih sehat dan profesional.
"Kami sangat mengapresiasi kinerja Perumdam Tirta Bangka Tengah yang kini sudah mampu mandiri tanpa subsidi Pemda. Ini adalah bukti nyata perbaikan tata kelola BUMD yang makin sehat dan profesional,"
Perumdam juga menegaskan komitmen untuk mempertahankan integritas dan kesehatan keuangan. Harapannya, perusahaan dapat terus berkontribusi melalui dividen kepada pemerintah daerah di masa depan.
Tantangan dan prospek ke depan
Pengadaan infrastruktur, pembiayaan proyek, dan koordinasi lintas sektor menjadi tantangan utama. Namun, dengan langkah digitalisasi dan pengelolaan SPAM, Perumdam berharap dapat meningkatkan efisiensi operasional.
Jika rencana berjalan sesuai jadwal, perluasan ini berpotensi menaikkan cakupan layanan air bersih dan mengurangi ketergantungan masyarakat pada sumber air tidak terlindungi. Ke depan, Perumdam menargetkan terus memperbaiki layanan demi kesejahteraan warga Kabupaten Bangka Tengah.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Investasi untuk Pemula: Kesalahan yang Harus Dihindari
Investor pemula harus menghindari kesalahan seperti tidak punya tujuan, menggunakan seluruh tabungan, dan me...
IHSG Bertahan di Zona Hijau pada Jeda Siang, Level 6.363
IHSG menguat 43,40 poin ke 6.363 pada jeda siang 5 Agustus 2026; pasar mencermati defisit perdagangan, data...
Pertumbuhan Ekonomi Q2 2026 Melambat Jadi 5,29%
Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II 2026 melambat menjadi 5,29%, didorong konsumsi rumah tangga dan in...
Investor Asing Catat Net Buy Rp1,62 T di Pasar Saham Juli 2026
OJK: investor asing mencatat net buy Rp1,62 triliun pada Juli 2026, mendorong penguatan IHSG dan kinerja rek...
IEPA: Dekarbonisasi Industri Harus Sejalan dengan Pertumbuhan Ekonomi
IEPA menegaskan dekarbonisasi harus selaras dengan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja untuk menghindari...
Rupiah Berpeluang Menguat terhadap Dolar AS Hari Ini
Rupiah dibuka menguat ke Rp17.941 per dolar pada 5 Agustus 2026, terdorong pelemahan dolar pasca-data JOLTS...