IHSG Menguat ke 5.924,36 Didukung Optimisme Geopolitik
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada level 5.924,36 pada Jumat, 10 Juli 2026, naik 11,92 poin (0,2 persen) setelah pasar bereaksi positif terhadap perkembangan negosiasi geopolitik dan proyeksi ekonomi global.
Ringkasan perdagangan
Pergerakan hari ini menunjukkan volatilitas. IHSG sempat menyentuh posisi terendah 5.887,83 dan pada pembukaan bergerak menguat ke 5.936,04.
Aktivitas pasar cukup tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp 8,8 triliun, volume perdagangan sebanyak 18,5 miliar lembar, dan frekuensi lebih dari 1,9 juta kali transaksi.
- Jumlah saham menguat: 364
- Jumlah saham melemah: 241
- Saham stagnan: 185
Sentimen global dan negosiasi AS-Iran
Tim analis dari Pilarmas Investindo Sekuritas menilai kenaikan IHSG dipicu oleh sentimen positif dari perkembangan geopolitik. Pasar merespons kabar lanjutan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.
"Jelang akhir pekan ini, indeks IHSG dan bursa regional Asia bergerak menguat. AS dan Iran akan melanjutkan negosiasi perdamaian," tulis Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas.
Pilarmas juga mencatat sinyal dari Presiden AS Donald Trump yang tetap melanjutkan proses negosiasi. Iran dilaporkan berupaya meredakan kekhawatiran terkait gangguan pasokan energi dan tekanan inflasi.
Dukungan dari proyeksi IMF
Dari sisi domestik, pasar menerima baik proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) dalam laporan World Economic Outlook (WEO) Juli 2026. IMF mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 5,0 persen untuk 2026 dan 5,1 persen untuk 2027.
Menurut analis, angka tersebut memperkuat keyakinan investor bahwa perekonomian Indonesia relatif tangguh meski pertumbuhan global melambat. Laporan IMF WEO menjadi salah satu referensi penting pasar dalam menilai prospek jangka menengah.
Prospek dan catatan akhir
Penguatan hari ini menunjukkan sentimen kombinasi antara faktor global dan domestik masih mampu menopang pasar. Namun, kecenderungan volatilitas tetap ada jika perkembangan negosiasi geopolitik atau data ekonomi berubah signifikan.
Investor disarankan memantau lanjutan perundingan internasional dan rilis data ekonomi berikutnya sebagai indikator risiko dan peluang.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Pertamina Salurkan 20.028 Paket Sekolah untuk Siswa Prasejahtera
Pertamina membagikan 20.028 paket perlengkapan sekolah gratis bagi siswa prasejahtera lewat program SESAMA d...
Balai Yasa Manggarai Rampungkan Perawatan 246 Kereta
Balai Yasa Manggarai menyelesaikan perawatan 246 kereta (102% target) dan menuntaskan 302 perbaikan hingga p...
KAI Amankan 12.656 Barang Temuan Senilai Rp8,86 Miliar
KAI mengamankan 12.656 barang temuan senilai Rp8,86 miliar pada Semester I 2026 lewat layanan Lost and Found...
KAI Commuter Pasang Pemurni Udara nanoe X di KRL JR205
KAI Commuter uji coba pemurni udara nanoe X pada KRL JR205 sf 12 untuk tingkatkan kualitas udara dan kenyama...
Mandatori B50 Hemat Devisa Rp170 Triliun, Serap 2,1 Juta Tenaga Kerja
Pemerintah meluncurkan Mandatori B50 yang diproyeksikan menghemat devisa Rp170 triliun, menyerap 2,1 juta pe...
Kementan Akselerasi Tanam 4.000 Ha di Hulu Sungai Selatan
Kementan mempercepat tanam padi 4.000 hektare di Hulu Sungai Selatan lewat sinergi pusat-daerah, penyuluh, B...