IHSG Menguat Tipis ke 5.918, Analis Prediksi Bergerak Sideways
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis pada akhir sesi I perdagangan, Jumat, 10 Juli 2026, menembus level 5.918,47 atau naik 6,03 poin (0,1 persen). Pergerakan ini terjadi di tengah data penjualan ritel dan kendaraan yang menunjukkan tanda-tanda pelemahan konsumsi.
Pergerakan IHSG Sesi I
Sepanjang sesi I, IHSG sempat bergerak di rentang yang relatif sempit dengan level terendah 5.905,14 dan tertinggi 5.949,99. Sebelumnya, indeks ditutup menguat 0,67 persen pada penutupan perdagangan Kamis, 9 Juli 2026 ke level 5.912,44.
Analisis teknikal dan proyeksi
Tim Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang bergerak sideways dalam kisaran 5.800–6.000. Secara teknikal, penguatan indeks disebut masih tertahan di area MA5.
"Secara teknikal, penguatan IHSG tertahan di MA5 dengan Stochastic RSI yang berpotensi mengalami Death Cross. Namun histogram MACD masih bertahan di area positif," ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas di Jakarta, 10 Juli 2026.
Catatan analis menunjukkan potensi pembalikan pada Stochastic RSI (kemungkinan Death Cross) yang bisa membatasi lanjutan penguatan. Namun, indikator MACD yang masih menunjukkan histogram positif memberi sinyal bahwa tekanan turun belum dominan.
Data penjualan kendaraan dan ritel
Tim Analis juga mencatat perkembangan sektor riil yang relevan. Penjualan sepeda motor pada Juni 2026 tercatat sebanyak 515.136 unit, naik 1,1 persen secara tahunan dan meningkat 7,5 persen secara bulanan dibanding Mei 2026 setelah sebelumnya turun sebesar delapan persen.
Meski ada pemulihan bulanan, penjualan sepeda motor sepanjang semester pertama 2026 tercatat melemah 0,3 persen secara tahunan menjadi 3,13 juta unit. Pencapaian ini setara sekitar 46,7–48,9 persen dari target AISI tahun 2026 sebesar 6,4–6,7 juta unit.
Sektor ritel menunjukkan tekanan lebih lanjut. Penjualan ritel pada Mei 2026 menurun 3,9 persen secara tahunan, melanjutkan pelemahan 3,7 persen pada April. Analis menilai penurunan dua bulan berturut-turut ini merupakan koreksi tahunan terdalam sejak Mei 2023 dan mencerminkan melemahnya belanja konsumen di tengah inflasi yang meningkat akibat kenaikan harga bahan bakar non-subsidi dan komoditas pangan.
Impak dan prospek
Kondisi teknikal yang cenderung terbatas dan data konsumsi yang melemah menempatkan IHSG dalam mode berhati-hati. Investor diperkirakan akan memantau rilis data penjualan mobil Juni 2026 sebagai indikator lanjutan kesehatan konsumsi domestik dan potensi arah pasar selanjutnya.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Pertamina Salurkan 20.028 Paket Sekolah untuk Siswa Prasejahtera
Pertamina membagikan 20.028 paket perlengkapan sekolah gratis bagi siswa prasejahtera lewat program SESAMA d...
Balai Yasa Manggarai Rampungkan Perawatan 246 Kereta
Balai Yasa Manggarai menyelesaikan perawatan 246 kereta (102% target) dan menuntaskan 302 perbaikan hingga p...
KAI Amankan 12.656 Barang Temuan Senilai Rp8,86 Miliar
KAI mengamankan 12.656 barang temuan senilai Rp8,86 miliar pada Semester I 2026 lewat layanan Lost and Found...
KAI Commuter Pasang Pemurni Udara nanoe X di KRL JR205
KAI Commuter uji coba pemurni udara nanoe X pada KRL JR205 sf 12 untuk tingkatkan kualitas udara dan kenyama...
Mandatori B50 Hemat Devisa Rp170 Triliun, Serap 2,1 Juta Tenaga Kerja
Pemerintah meluncurkan Mandatori B50 yang diproyeksikan menghemat devisa Rp170 triliun, menyerap 2,1 juta pe...
Kementan Akselerasi Tanam 4.000 Ha di Hulu Sungai Selatan
Kementan mempercepat tanam padi 4.000 hektare di Hulu Sungai Selatan lewat sinergi pusat-daerah, penyuluh, B...