KAI Commuter Pasang Pemurni Udara nanoe X di KRL JR205
PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) mulai memasang alat pemurni udara berteknologi nanoe X di kabin KRL. Uji coba perdana berlangsung pada rangkaian KRL JR205 sf 12 yang melayani lintas Bogor pada Juli 2026. Perangkat ini dipilih untuk meningkatkan kualitas udara dan kenyamanan penumpang di tengah upaya pilar lingkungan perusahaan.
Penerapan dan uji coba
Uji coba diumumkan oleh Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, pada Jumat, 10 Juli 2026. Rangkaian JR205 sf 12 menjadi seri pertama yang dipasangi teknologi tersebut. Manajemen mengatakan pemasangan dilakukan untuk memantau kinerja sistem di kondisi operasi nyata.
Manfaat dan fitur teknologi
Perangkat nanoe X diklaim efektif menghambat partikel kotor, membunuh bakteri dan virus, serta menghilangkan bau tidak sedap di interior kereta. Selain fungsi pembersihan, teknologi ini juga mengedepankan penyebaran yang merata ke seluruh area kabin.
- Membunuh bakteri dan virus di dalam kabin
- Menghilangkan bau tidak sedap pada interior
- Disebut bebas perawatan berkat mekanisme pelepasan mandiri
- Daya tahan kerja mencapai 600 detik, enam kali lebih lama dibanding ion biasa
Rencana perluasan dan pemantauan
Manajemen menyatakan akan memperluas pemasangan alat ini ke seluruh rangkaian Commuter Line setelah evaluasi lapangan selesai. Saat ini tim teknis terus memantau efektivitas dan ketahanan perangkat selama operasional sehari-hari.
KAI Commuter berencana memasang alat ini di seluruh rangkaian Commuter Line lainnya. Langkah ini bagian dari strategi meningkatkan layanan dan aspek lingkungan.
Komentar pimpinan
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, menyoroti inisiatif peningkatan kenyamanan penumpang. Ia mengangkat pembahasan pemasangan alat peredam bau saat melakukan perjalanan KA Nusantara Eksplorer dari Yogyakarta ke Jakarta pada Rabu, 8 Juli 2026.
Di KRL itu sekarang saya minta PT KCI pasang alat peredam bau. Silakan ditanyakan, sudah dipasang belum itu sama dia? Itulah saking kita mikirin masalah kenyamanan penumpang. Jadi, kami kerja detail sampai masalah kecil-kecil kami juga lihat.
Selain efektif membunuh bakteri dan virus di dalam kabin penumpang, alat pemurni udara ini juga mampu menghilangkan bau tidak sedap yang menempel pada interior kereta, teknologi ini dipastikan sangat baik untuk mendukung kesehatan seluruh pengguna Commuter Line,
Perangkat buatan Jepang tersebut telah digunakan secara luas di kereta komuter Jepang dan teruji secara global. KAI Commuter berharap inovasi ini memberi pengalaman perjalanan yang lebih segar, sehat, dan bebas khawatir bagi pelanggan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pemerintah Diversifikasi PNBP lewat SDA, Aset, dan Layanan
Pemerintah diversifikasi PNBP lewat optimalisasi SDA, aset negara, dan layanan K/L untuk memperkuat pendapat...
IHSG Menguat 44,59 Poin di Tengah Aksi Penyampaian Pendapat
IHSG menguat 44,59 poin ke 6.450,27 pada penutupan sesi I 27 Agustus 2026, meski ada aksi penyampaian pendap...
APBN 2027: Shock Absorber dan Pendorong Pertumbuhan
Pemerintah arahkan APBN 2027 sebagai shock absorber dan pendorong pertumbuhan, dengan belanja Rp4.097,2 tril...
Pemerintah Usulkan Defisit RAPBN 2027 2,4% dari PDB
Pemerintah mengusulkan defisit RAPBN 2027 sebesar 2,4% PDB untuk dorong pertumbuhan dan jaga keberlanjutan f...
Harga Emas Pegadaian Turun, Galeri24 dan UBS Melemah 27 Agustus 2026
Harga emas Pegadaian turun pada 27 Agustus 2026; Galeri24 melemah Rp29.000/g dan UBS turun Rp20.000/g, penye...
Rupiah Melemah ke Rp17.781, Dolar AS Rebound Usai Data PCE
Rupiah melemah ke Rp17.781 per dolar AS pada pembukaan 27 Agustus 2026 setelah dolar AS menguat akibat data...