Ekonomi

KAI Amankan 12.656 Barang Temuan Senilai Rp8,86 Miliar

Bagikan:
Petugas KAI menyimpan barang temuan di layanan Lost and Found

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengamankan 12.656 barang temuan senilai sekitar Rp8,86 miliar selama Semester I 2026 melalui layanan Lost and Found. Data resmi diumumkan pada Jumat, 10 Juli 2026, sebagai bagian upaya memperbaiki layanan dan membantu penumpang yang kehilangan barang.

Jumlah dan kategori barang temuan

Petugas membagi barang temuan ke dalam tiga kategori: barang biasa, barang berharga, dan makanan. Total nilai seluruh temuan mencapai Rp8.861.383.500.

Kategori Jumlah (unit)
Barang biasa 9.165
Barang berharga 2.869
Makanan 622

“Customer experience dibangun dari perjalanan yang aman, informasi yang mudah diakses, dan kepastian saat pelanggan membutuhkan bantuan. Melalui layanan Lost and Found, setiap barang temuan dicatat, didokumentasikan, diamankan, dan diverifikasi agar penanganannya berlangsung tertib serta dapat dipertanggungjawabkan,”

Penjelasan tersebut disampaikan oleh Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, saat merinci proses penanganan barang tertinggal. Petugas melaksanakan tahapan mulai dari pencatatan, dokumentasi, penyimpanan, pencocokan data, hingga verifikasi kepemilikan.

Daerah operasi dengan penemuan terbanyak

Beberapa Daerah Operasi (Daop) mencatat angka penemuan tertinggi. Berikut rincian unit barang yang ditemukan di beberapa Daop:

Daop Jumlah Barang (unit)
Daop 8 Surabaya 3.050
Daop 1 Jakarta 2.611
Daop 5 Purwokerto 1.952
Daop 2 Bandung 1.479
Daop 4 Semarang 1.284

Prosedur pelaporan dan pengambilan barang

Setiap barang yang ditemukan di stasiun diumumkan melalui pengeras suara. Jika tidak ada klaim, temuan akan dimasukkan ke dalam sistem Lost and Found untuk dicatat dan diamankan.

Penumpang yang kehilangan barang dapat melapor langsung ke kondektur atau petugas keamanan. Aduan juga tersedia secara daring melalui Contact Center KAI 121. Pelapor diminta mencantumkan nomor kursi dan kode pemesanan tiket untuk mempercepat proses pencarian.

Verifikasi dan pengambilan kembali barang dilakukan tanpa biaya oleh petugas.

Imbauan KAI

“Luangkan waktu sejenak untuk mengecek seluruh barang bawaan sebelum turun dari kereta api atau meninggalkan stasiun. Semakin cepat laporan disampaikan, semakin besar peluang barang dapat ditemukan. KAI akan terus memperbaiki kualitas layanan agar setiap pelanggan memperoleh respons yang cepat, jelas, aman, dan dapat dipercaya,”

Imbauan itu disampaikan oleh Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI. Pernyataan ini menegaskan upaya berkelanjutan KAI dalam memperbaiki layanan dan meminimalkan gangguan bagi penumpang akibat kehilangan barang.

Keterangan resmi ini merangkum langkah operasional dan statistik penemuan barang pada paruh pertama 2026. Penumpang disarankan selalu memeriksa barang sebelum meninggalkan kereta dan melapor segera jika menemukan kehilangan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait