Kementan Akselerasi Tanam 4.000 Ha di Hulu Sungai Selatan
Kementerian Pertanian mempercepat tanam padi seluas 4.000 hektare di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat produksi padi dan mendukung target swasembada pangan melalui sinergi pusat-daerah, penyuluh, Brigade Pangan, TNI-Polri, dan kelompok tani.
Aktivitas Tanam Bersama dan peserta
Program Tanam Padi Bersama dipimpin Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, di Desa Amparaya, Kecamatan Simpur. Acara dihadiri unsur pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, penyuluh, Brigade Pangan, Gapoktan, serta pemangku kepentingan sektor pertanian. Sinergi ini menjadi basis percepatan implementasi tanam di sentra produksi.
Kebijakan dan komitmen pimpinan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa percepatan tanam adalah kunci peningkatan produksi pangan nasional. Ia meminta seluruh potensi lahan dimanfaatkan dengan kolaborasi semua pihak.
"Percepatan tanam harus menjadi gerakan bersama. Jangan ada lahan yang menganggur. Dengan kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, Brigade Pangan, dan petani, kita optimistis target swasembada pangan dapat tercapai dan Indonesia semakin kuat dalam menjaga ketahanan pangan," tegas Mentan Amran.
Dukungan daerah dan program pembangunan SDM
Bupati Hulu Sungai Selatan, Syafrudin Noor, mengapresiasi dukungan Kementan. Ia menyebut program seperti Optimasi Lahan (Oplah), bantuan alsintan, dan penguatan Brigade Pangan telah meningkatkan produktivitas petani.
Pemerintah kabupaten juga mendorong regenerasi petani lewat pembukaan Program Keahlian Agribisnis di SMK dan pengembangan sistem pertanian terintegrasi. Upaya ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.
Langkah teknis: SDM, SKKNI, dan penyediaan sarana
Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menginstruksikan sejumlah langkah teknis. Ia mendorong pengembangan hibah kompetitif dan kerja sama vokasi dengan Polbangtan dan PEPI. Arsanti juga membuka peluang pembentukan akademi komunitas untuk padi lahan rawa.
Arsanti menugaskan BBPP Binuang untuk menyusun SKKNI, memperkuat kapasitas SDM pertanian, dan mengoptimalkan peran penyuluh dalam implementasi Program PM-AAS. Penyusunan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) dipercepat agar kebutuhan benih, pupuk, dan sarana produksi dapat segera dipenuhi.
Peran BBPP Binuang dan penegasan komitmen
Kepala BBPP Binuang sekaligus Penanggung Jawab Brigade Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Andi Amal Hayat Makmur, menegaskan komitmen pada percepatan tanam pada Jumat (10/7/2026). Ia menyatakan kesiapan lembaga untuk mengawal program teknis di lapangan.
"BBPP Binuang siap mendukung penuh implementasi Program PM-AAS melalui pendampingan penyuluh pertanian, penguatan Brigade Pangan, percepatan penyelesaian CPCL, serta memastikan penyaluran benih, pupuk, dan sarana produksi berjalan tepat waktu. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci untuk mempercepat peningkatan produksi padi dan mewujudkan swasembada pangan nasional," ujar Andi Amal.
Dengan pola kolaborasi yang diperkuat, Kementan optimistis percepatan tanam di Hulu Sungai Selatan dapat terealisasi. Keberhasilan program ini diharapkan meningkatkan produksi padi di Kalimantan Selatan serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pemerintah Diversifikasi PNBP lewat SDA, Aset, dan Layanan
Pemerintah diversifikasi PNBP lewat optimalisasi SDA, aset negara, dan layanan K/L untuk memperkuat pendapat...
IHSG Menguat 44,59 Poin di Tengah Aksi Penyampaian Pendapat
IHSG menguat 44,59 poin ke 6.450,27 pada penutupan sesi I 27 Agustus 2026, meski ada aksi penyampaian pendap...
APBN 2027: Shock Absorber dan Pendorong Pertumbuhan
Pemerintah arahkan APBN 2027 sebagai shock absorber dan pendorong pertumbuhan, dengan belanja Rp4.097,2 tril...
Pemerintah Usulkan Defisit RAPBN 2027 2,4% dari PDB
Pemerintah mengusulkan defisit RAPBN 2027 sebesar 2,4% PDB untuk dorong pertumbuhan dan jaga keberlanjutan f...
Harga Emas Pegadaian Turun, Galeri24 dan UBS Melemah 27 Agustus 2026
Harga emas Pegadaian turun pada 27 Agustus 2026; Galeri24 melemah Rp29.000/g dan UBS turun Rp20.000/g, penye...
Rupiah Melemah ke Rp17.781, Dolar AS Rebound Usai Data PCE
Rupiah melemah ke Rp17.781 per dolar AS pada pembukaan 27 Agustus 2026 setelah dolar AS menguat akibat data...