IHSG Dibuka Menguat 0,29% pada Sesi I, Sentimen Masih Hati-hati
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026 di level 6.383,81, naik 18,43 poin atau 0,29 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Kenaikan terjadi meski pelaku pasar masih bersikap wait and see terhadap sejumlah data ekonomi dan sentimen global.
Pergerakan awal dan proyeksi
Tim analis dari Phintraco Sekuritas memperkirakan pergerakan terbatas pada sesi hari ini. Mereka memandang pasar akan bergerak sideways dalam rentang 6.300-6.450, seiring pelaku pasar menunggu kepastian data dan kebijakan.
Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak sideways (stagnan) pada kisaran 6.300-6.450
Rekap perdagangan sebelumnya
Pada sesi penutupan Senin, IHSG tertekan dan melemah 0,69 persen ke level 6.365 setelah sempat menguat di awal perdagangan. Pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia belum mampu mendorong penguatan indeks pada akhir hari tersebut.
Sentimen domestik: keyakinan konsumen dan penjualan motor
Data domestik yang diperhatikan pasar antara lain penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menjadi 116,8 pada Juli 2026. Meski turun tiga bulan berturut-turut, IKK masih di atas level 100, menandakan sentimen konsumen tetap optimistis.
Pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia oleh Presiden tidak mampu mendorong penguatan indeks di penutupan perdagangan. Namun IKK di atas level 100 tetap berada di zona optimis, menunjukkan keyakinan konsumen masih positif meski menurun
Sektor konsumsi juga mendapat dukungan dari data penjualan sepeda motor yang meningkat. Penjualan pada Juli tumbuh 8,3% secara tahunan menjadi 636 ribu unit, level tertinggi sejak Oktober 2014. Akumulasi Januari–Juli tercatat 3,77 juta unit, naik 2% year on year.
Aksi investor asing
Investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar Rp875,51 miliar pada perdagangan Senin. Saham yang paling banyak dilepas asing antara lain:
- TPIA
- BMRI
- TLKM
- ASII
- BBRI
Faktor eksternal yang memengaruhi
Di pasar global, harga minyak mentah dunia naik sekitar 5 persen. Kenaikan ini dipicu keraguan atas kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Pelaku pasar juga menantikan data inflasi Amerika Serikat sebagai indikator arah kebijakan suku bunga The Fed. Perhatian meningkat setelah data tenaga kerja nonpertanian menunjukkan pelemahan.
Prospek jangka pendek
Dengan kombinasi sentimen domestik dan eksternal, IHSG diperkirakan bergerak terbatas dalam beberapa hari mendatang. Pelaku pasar akan terus memantau data inflasi AS, langkah kebijakan bank sentral, dan perkembangan pasar komoditas yang dapat memicu pergerakan lebih besar.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Wamenkeu: APBN 2027 Fokus Lindungi Masyarakat
Wamenkeu Juda Agung: APBN 2027 diarahkan untuk lindungi masyarakat, dorong pertumbuhan, dan alokasikan Rp539...
UMKM Medan Ubah Tenun Batak-Melayu Jadi Produk Fesyen
Perajin Reihani mengubah tenun Batak dan Melayu jadi busana dan aksesori, mempekerjakan 12 perajin; harga pr...
760 Ribu WNA Gunakan Layanan KAI Group hingga Agustus 2026
Sebanyak 760.601 WNA menggunakan layanan KAI Group hingga Agustus 2026, termasuk 498.232 penumpang KA dan 26...
Wardah Buka Skin Longevity Clinic Pertama ParagonCorp di Asia Tenggara
Wardah meluncurkan Skin Longevity Clinic pertama ParagonCorp di Asia Tenggara (29 Sep–6 Okt 2026), menggabun...
Harga Emas Pegadaian: Galeri24 & UBS Turun Rp5.000
Galeri24 dan UBS di Pegadaian turun Rp5.000 per gram pada 3 Oktober 2026; cek daftar harga lengkap per ukura...
Ekspor Indonesia Agustus 2026 Tumbuh 6,72% menjadi USD26,61 Miliar
Ekspor Indonesia Agustus 2026 mencapai USD26,61 miliar, tumbuh 6,72% didorong manufaktur dan ekspor nonmigas...