Ekonomi

IHSG Melemah ke 6.324, Sektor Kesehatan Tekan Pasar

Bagikan:
Grafik pergerakan IHSG menunjukkan penutupan melemah ke level 6.324 pada 22 Juli 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada Rabu, 22 Juli 2026, turun 15,45 poin atau 0,24 persen ke level 6.324,57. Penurunan terjadi setelah sektor kesehatan terkoreksi dan nilai tukar rupiah melemah, meski perdagangan berlangsung fluktuatif sepanjang sesi.

Pergerakan IHSG

IHSG bergerak dalam rentang rendah-tinggi antara 6.284,88 hingga 6.394,69 sebelum menutup lebih rendah dari penutupan sebelumnya di level 6.340,02. Penurunan 0,24 persen menunjukkan sentimen hati-hati pelaku pasar menjelang perkembangan kebijakan moneter.

Aktivitas perdagangan

Perdagangan hari itu relatif ramai dengan pergerakan saham yang tersebar. Berikut data utama penutupan:

  • Jumlah saham melemah: 366
  • Jumlah saham menguat: 238
  • Saham tanpa perubahan: 190
  • Volume perdagangan: 28,9 miliar saham
  • Frekuensi transaksi: 1.811.687 kali
  • Nilai transaksi harian: sekitar Rp11,2 triliun

Sektor dan nilai tukar

Dari sisi sektoral, sektor kesehatan menjadi penekan utama dengan koreksi sebesar 1,25 persen. Sebaliknya, sektor properti memimpin penguatan hari itu dengan kenaikan 1,34 persen. Pelemahan sebagian besar sektor turut menekan indeks secara keseluruhan.

Tekanan pasar juga diperparah oleh pelemahan nilai tukar rupiah, yang berada di kisaran Rp17.900 per dolar AS sepanjang perdagangan. Kondisi mata uang domestik menjadi salah satu faktor yang memengaruhi aliran modal dan sentimen investor asing.

Kebijakan Bank Indonesia dan sentimen

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai langkah Bank Indonesia menjadi faktor penting yang diamati pasar. Selain mempertahankan BI-Rate, otoritas moneter disebut memperluas kebijakan insentif untuk menjaga stabilitas rupiah dan mendorong aliran modal asing.

"BI memperluas kebijakan insentif dan sejumlah kebijakan lain untuk meningkatkan aliran masuk portofolio asing. Serta memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas serta meningkatkan likuiditas."

- Ibrahim Assuaibi

Pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati perkembangan kebijakan moneter Bank Indonesia dan sentimen global dalam menentukan arah pergerakan IHSG pada sesi berikutnya. Faktor eksternal seperti kondisi pasar keuangan global dan data ekonomi juga berpotensi memengaruhi volatilitas indeks dalam beberapa hari ke depan.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait