IHSG Ditutup Melemah ke 6.116, 445 Saham Berakhir Turun
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada Senin, 22 Juni 2026. IHSG berakhir di level 6.116,69, turun 60,44 poin atau 0,98 persen setelah sempat dibuka menguat.
Ringkasan Perdagangan
Indeks sempat membuka hari di 6.217,04 dan menyentuh puncak intraday 6.226,71 sebelum berbalik arah. Mayoritas saham berakhir di zona merah: 445 saham melemah, 221 menguat, dan 147 stagnan.
| Keterangan | Nilai |
|---|---|
| Penutupan IHSG | 6.116,69 |
| Perubahan | -60,44 poin (-0,98%) |
| Nilai transaksi | Rp13,29 triliun |
| Volume perdagangan | 22,26 miliar lembar |
| Frekuensi transaksi | >1,7 juta kali |
Sentimen Global Tekan Pasar
Tim Analis Phintraco Sekuritas menyebut pelemahan didorong oleh sentimen global. Mayoritas indeks saham di Asia dan Eropa juga menutup perdagangan akhir pekan lalu di zona merah.
Peluang ketegangan geopolitik meningkat setelah Iran menutup kembali Selat Hormuz. Penutupan itu muncul karena adanya klaim AS belum memenuhi salah satu klausul perjanjian terkait Lebanon, sementara operasi militer Israel masih berlangsung.
Data Ekonomi AS dan Dampaknya
Pelaku pasar juga mencermati serangkaian data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis belakangan. Data yang menjadi perhatian antara lain:
- Indeks Harga Konsumsi Pribadi (PCE), termasuk core PCE sebagai indikator inflasi inti.
- Pemesanan barang tahan lama.
- Indeks sentimen konsumen.
Phintraco memperkirakan core PCE Mei 2026 naik 0,3 persen secara bulanan. Kebijakan dan proyeksi inflasi The Fed yang direvisi juga menjadi faktor yang menahan risk appetite investor.
Faktor Domestik dan Agenda Minggu Ini
Dari dalam negeri, investor menanti rilis data jumlah uang beredar sebagai cerminan likuiditas ekonomi. Selain itu, pasar menunggu hasil Annual Market Classification Review dari MSCI.
Bursa Efek Indonesia akan bertemu MSCI untuk mengklarifikasi hasil evaluasi aksesibilitas pasar. Salah satu catatan penting adalah ketersediaan informasi pasar modal dalam bahasa Inggris, yang menjadi perhatian bagi agen pemeringkat akses pasar.
Aktivitas perdagangan yang tinggi, meski indeks turun, menunjukkan adanya dinamika jual-beli intens di pasar sepanjang hari.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...
Olivia Zalianty Harap Lagu Pancasila Perkuat Nilai Kebangsaan
Olivia Zalianty merilis lagu "Pancasila" untuk membantu masyarakat meresapi nilai negara melalui musik yang...
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...