Ekonomi

IHSG Berpeluang Menguat, Investor Nantikan Panda Bonds & RDG BI

Bagikan:
Grafik IHSG dan aktivitas bursa yang mencerminkan potensi penguatan indeks

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang menguat pada perdagangan Bursa Efek Indonesia hari ini setelah penutupan kuat pada hari Senin. Kenaikan sebelumnya mencapai 4,12 persen ke level 6.254,97, mendorong sentimen positif seiring koreksi harga minyak dan perkembangan kebijakan fiskal.

Sentimen pasar dan proyeksi IHSG

Tim Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang 6.150-6.400 pada perdagangan hari ini. Koreksi harga minyak mentah dinilai menurunkan tekanan inflasi dan defisit APBN, sehingga menjadi katalis positif bagi pasar saham.

"IHSG diprakirakan akan bergerak pada rentang 6.150-6.400 pada perdagangan hari ini," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas.

Rencana penerbitan Panda Bonds

Pasar juga mencermati rencana pemerintah menerbitkan Panda Bonds sekitar akhir Juni atau awal Juli 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sedang berada di Tiongkok untuk mempromosikan rencana penerbitan tersebut kepada investor setempat.

"Pemerintah ingin melihat dulu bagaimana respons dan minat investor terhadap rencana penerbitan obligasi tersebut. Tujuan penerbitan Panda Bonds ini antara lain untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan memperkuat nilai tukar rupiah," ujar Tim Phintraco.

Perkembangan Utang Luar Negeri

Salah satu faktor yang mempengaruhi sentimen adalah laporan Bank Indonesia mengenai Utang Luar Negeri (ULN). Pada April 2026, ULN Indonesia tercatat tumbuh 1,9 persen menjadi USD 439,8 miliar, naik dari pertumbuhan 1 persen pada bulan Maret 2026.

Rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada April 2026 berada di level 29,6 persen. Kenaikan ULN ini menjadi perhatian karena berdampak pada ruang fiskal dan persepsi risiko investor.

Penerimaan pajak dan implikasi fiskal

Pemerintah berhasil mengumpulkan setoran pajak sebesar Rp23,5 triliun hingga 31 Mei 2026. Penerimaan ini berasal dari upaya memperluas basis pajak, termasuk penambahan wajib pajak baru dan pemulihan wajib pajak yang sebelumnya tidak aktif.

"Langkah ini dilakukan melalui penambahan wajib pajak baru dari sektor potensial. Pengusaha kena pajak baru, hingga memungut pajak dari wajib pajak yang sebelumnya tidak aktif," ucap Tim Phintraco.

Menurut analis, peningkatan penerimaan pajak dan penambahan utang dapat memperlebar ruang fiskal. Namun, kebijakan tersebut juga berpotensi menambah beban bagi perusahaan dan masyarakat.

Pengumuman RDG Bank Indonesia

Pelaku pasar kini menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan Kamis, 18 Juni 2026. Keputusan suku bunga kebijakan menjadi fokus, menyusul kenaikan BI Rate di luar jadwal pada 9 Juni lalu.

Secara keseluruhan, kombinasi faktor eksternal dan kebijakan domestik akan menentukan arah IHSG jangka pendek. Investor cenderung berhati-hati menunggu sinyal dari pasar obligasi luar negeri, data ULN, dan keputusan BI.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait