Ekonomi

BPDP Dorong UKMK Magelang Kembangkan Produk Turunan Sawit

Bagikan:
Workshop BPDP dan UKMK Magelang untuk pengembangan produk turunan kelapa sawit

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP)Sawit Baik 2026 yang digelar di Magelang, Senin, 15 Juni 2026. Tujuannya memperluas nilai tambah produk lokal meski wilayah itu bukan produsen sawit.

BPDP: Rantai pasok nasional buka peluang bagi UKMK

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menyatakan industri sawit menyimpan banyak peluang usaha untuk UKMK. Ia menegaskan keterbatasan bahan baku tidak lagi jadi penghalang karena rantai pasok sawit nasional telah terhubung.

"Ada potensi-potensi di kelapa sawit ini yang bisa diusahakan oleh UKMK-UKMK, termasuk di Magelang. Walaupun di Magelang tidak ada kelapa sawit, isu keberadaan bahan bakunya karena kita sudah terkoneksi menjadi tidak relevan,"

Helmi menambahkan pengembangan UKMK berbasis sawit sejalan dengan target pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen. Ia menyebut gerak ekonomi rakyat melalui UKMK dapat mendukung target tersebut.

"Salah satu yang bisa mendukung itu adalah ketika ekonomi rakyat kita bergerak. Oleh karena itu, kami ingin menginspirasi UKMK di Magelang agar bisa berinovasi membangun ekonomi berbasis sawit,"

Program dukungan BPDP untuk UKMK

BPDP menjalankan beberapa program untuk memperkuat UKMK berbasis sawit. Pendampingan difokuskan pada pengembangan produk, kapasitas usaha, dan akses pasar.

  • Inkubasi Bisnis UMKM Perkebunan untuk pendampingan produk dan bisnis;
  • Pelatihan inovasi produk turunan seperti sabun, kosmetik, dan kerajinan;
  • Fasilitasi promosi lewat pameran, expo, dan etalase permanen di Gedung SMESCO Jakarta;
  • Penyusunan katalog produk UKMK kelapa sawit untuk memperluas jaringan penjualan.

Beberapa alumni program inkubasi sudah menembus pasar ekspor. Contohnya, Muhammad Abdu Shadli dari CV Surya Agro Nusantara yang mengekspor lidi sawit ke India dan Nepal.

Respons pemerintah daerah

Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menilai Kabupaten Magelang memiliki potensi UKMK besar yang bisa menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Ia mendorong pelaku lokal memanfaatkan sawit sebagai sumber produk inovatif dan usaha baru.

"Ketika kita mendengar kata kelapa sawit, yang pertama kali terlintas di benak kita sebagian besar pasti minyak goreng. Namun, hari ini kita hadir di sini untuk membuka mata dan mendobrak batasan tersebut,"

Grengseng juga menekankan bahwa usaha berbasis produk turunan sawit dapat dijalankan dalam skala kecil dan menengah tanpa investasi besar.

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menyambut inisiatif ini. Ia menilai pengembangan produk sawit memerlukan pengetahuan, keterampilan, dan keberanian berinovasi. Workshop dianggap mampu meningkatkan kapasitas UKMK sekaligus mengedukasi praktik sawit yang berkelanjutan.

Prospek dan langkah ke depan

Dengan dukungan BPDP dan sinergi program Sawit Baik 2026, UKMK Magelang diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam rantai industri sawit nasional. Mereka didorong untuk menjadi pelaku aktif yang inovatif dan berdaya saing, membuka peluang pasar lokal hingga ekspor.

Langkah selanjutnya meliputi peningkatan pelatihan teknis, akses bahan baku melalui jaringan pasokan, dan promosi berkelanjutan agar produk turunan sawit UKMK dapat tumbuh dan bersaing di pasar yang lebih luas.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait