IHSG Berpeluang Lanjut ke Level 5.800–6.000 Usai Lonjakan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan melanjutkan penguatan pada Rabu, 10 Juni 2026 setelah penutupan Selasa yang mencatat kenaikan tajam. IHSG sempat menanjak hingga 5.746,65, namun kenaikan ini disertai net sell investor asing sebesar Rp2,59 triliun.
Pergerakan pasar dan tekanan jual asing
Kenaikan indeks pada penutupan Selasa mendorong sentimen positif, tetapi aliran modal asing masih mencatat pelepasan saham. Saham yang paling banyak dijual asing antara lain:
- BBRI
- BBCA
- BMRI
- TPIA
- AMMN
Meskipun demikian, analis menilai IHSG masih berpeluang untuk melanjutkan penguatan jika level kunci mampu bertahan.
IHSG berpotensi tes support di 5.600. Jika kuat bertahan di level tersebut, IHSG dapat melanjutkan kenaikan dengan target di 5.800-6.000.
Pengaruh eksternal: meredanya ketegangan dan dinamika komoditas
Sentimen eksternal turut mendorong reli bursa domestik. Ada sinyal meredanya konflik di Timur Tengah antara Iran dan Israel yang menenangkan pasar energi.
Harga minyak turun setelah pernyataan pejabat AS bahwa lalu lintas kapal di Selat Hormuz meningkat. Pernyataan ini, ditambah kabar kemungkinan kesepakatan antara AS dan Iran, turut meredam kekhawatiran pasokan minyak.
Namun, bursa AS sedikit melemah pada sesi yang sama karena aksi jual di saham teknologi dan produsen chip. Di sisi lain, bursa Asia justru mencatat penguatan, terutama saham teknologi dan semikonduktor.
"Ini mendorong penguatan bursa saham di kawasan tersebut, dipimpin Kospi dari Korea Selatan yang melonjak hingga 8,2 persen," ujar Fanny Suherman.
Kebijakan domestik dan respons pasar
Di dalam negeri, keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5,5 persen menjadi salah satu faktor penting. Kebijakan ini memberi dukungan pada penguatan nilai tukar rupiah.
Kenaikan suku bunga di luar jadwal memberi sentimen positif ke pasar.
Rupiah berbalik menguat ke sekitar Rp18.065 per dolar AS, menurut tim analis. Selain pengetatan suku bunga, BI disebutkan mengambil langkah lain untuk menstabilkan nilai tukar.
Sementara itu, DPR melakukan koordinasi dengan sejumlah institusi, termasuk BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen, Danantara, dan bank Himbara. Salah satu opsi yang dibahas adalah rencana buyback saham bank-bank BUMN yang tercatat di BEI.
Prospek dan faktor yang perlu dicermati
Secara ringkas, kelanjutan penguatan IHSG bergantung pada kemampuan bertahannya level 5.600 serta perkembangan sentimen global dan langkah kebijakan domestik. Pergerakan saham teknologi regional dan aliran modal asing akan menentukan arah jangka pendek.
Investor disarankan memantau data pasar harian, pernyataan kebijakan, dan perkembangan geopolitik yang dapat mempengaruhi harga komoditas dan arus modal.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pelanggan Disabilitas KAI Naik 200,41% pada Semester I 2026
KAI melaporkan 2.953 pelanggan disabilitas memanfaatkan tarif reduksi 20% pada Jan–Jun 2026, naik 200,41% di...
Jadwal Kapal Roro Sabang-Banda Aceh 27 Juli 2026
Jadwal Kapal Roro Banda Aceh–Sabang 27 Juli 2026: KMP BRR dan KMP Aceh Hebat 2 beroperasi, perjalanan sekita...
Harga Emas Hari Ini Turun, Investor Diminta Cermati
Harga emas domestik turun tipis pada 21 Juli 2026; Antam dan Pegadaian mencatat koreksi, sementara permintaa...
Al Azhar Memorial Garden: Pendampingan Keluarga untuk Pemakaman Islami
AMG menegaskan layanan pemakaman berpedoman syariat Islam dan pendampingan 24 jam bagi keluarga berduka saat...
Tips Memulai Bisnis Oriflame untuk Pemula: Cara Praktis dan Fleksibel
Younita Christian Berek berbagi tips memulai bisnis Oriflame: pahami produk, promosikan fleksibel, dan jaga...
Kepercayaan Pelanggan Jadi Modal Utama dalam Bisnis Oriflame
Pelayanan baik, komunikasi terbuka, dan pengalaman pribadi jadi modal utama membangun kepercayaan pelanggan...