Kemenperin Pacu Vokasi Industri untuk Siap Kerja
Kementerian Perindustrian memperkuat pembangunan sumber daya manusia industri melalui pendidikan vokasi yang menerapkan konsep link and match dengan kebutuhan manufaktur. Langkah itu ditujukan agar lulusan siap kerja dan mampu bersaing global.
Target pendidikan vokasi dan capaian 2025
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan lembaga pendidikan vokasi Kemenperin disiapkan sesuai kebutuhan industri. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta pada Rabu, 10 Juni 2026.
“Seluruh lembaga pendidikan vokasi industri Kemenperin disiapkan dengan spesialisasi dan kompetensi yang spesifik. Langkah tersebut menghasilkan lulusan berpengetahuan, terampil, dan berkarakter industri kuat sehingga mampu bersaing secara global,”
Pada 2025, Kemenperin menghasilkan 5.472 lulusan dari unit pendidikan vokasi yang terdiri atas:
- 11 politeknik
- 2 akademi komunitas
- 9 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Penyerapan kerja dan relevansi keterampilan
Mayoritas lulusan vokasi Kemenperin terserap dunia kerja dalam waktu maksimal enam bulan. Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menilai ini bukti efektivitas pendekatan pendidikan yang diadopsi.
“Pendidikan vokasi industri Kemenperin menerapkan sistem link and match sesuai kebutuhan industri sehingga menghasilkan lulusan siap kerja. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya perusahaan industri yang menyerap lulusan dari unit pendidikan vokasi Kemenperin,”
Doddy menambahkan program pembelajaran tidak hanya menekankan teori. Siswa mendapatkan pengalaman praktik langsung di lingkungan industri melalui pembelajaran berbasis kompetensi.
Contoh alumni: bekerja di dalam dan luar negeri
Keberhasilan program terlihat dari kiprah lulusan di perusahaan nasional dan internasional. Contoh nyata adalah Jeihza Malik, alumnus Polifurneka Kendal, yang kini bekerja di Mono Group Hungaria.
“Mendapatkan pekerjaan sebelum wisuda di kawasan industri Eropa merupakan pengalaman yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Keberhasilan tersebut didukung pembelajaran teori, praktik, disiplin, serta interaksi dengan praktisi industri selama menempuh pendidikan,”
Pipit Fitriyani, lulusan Politeknik STTT Bandung yang kini menjabat General Manager, menyatakan pendidikan vokasi memberi bekal aplikatif dan relevan.
“Saya menyadari setelah bekerja bahwa ilmu yang diperoleh sangat aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri. Di sekolah vokasi, kami tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung sehingga siap bekerja,”
Ada pula lulusan SMK yang melanjutkan studi ke luar negeri. Muhammad Daffa Kayana dari SMK-SMAK Padang diterima di Nanjing Tech University, Tiongkok.
“Selama menempuh pendidikan di SMK-SMAK Padang, saya mendapatkan banyak pengalaman dan pembelajaran yang bermanfaat. Pembelajaran tersebut mencakup aspek teori serta praktik laboratorium yang mendukung kompetensi kerja,”
Program JARVIS dan akses ke pendidikan vokasi
Untuk menjaga pasokan SDM industri yang kompetitif, Kemenperin membuka akses melalui program JARVIS. Pada JARVIS 2025, tercatat sekitar 82,8 ribu pendaftar mengikuti seleksi politeknik dan akademi komunitas Kemenperin.
Dengan pendekatan spesifik pada kompetensi industri dan perluasan akses pendidikan, Kemenperin menargetkan lebih banyak lulusan yang siap kerja dan berdaya saing global ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pelanggan Disabilitas KAI Naik 200,41% pada Semester I 2026
KAI melaporkan 2.953 pelanggan disabilitas memanfaatkan tarif reduksi 20% pada Jan–Jun 2026, naik 200,41% di...
Jadwal Kapal Roro Sabang-Banda Aceh 27 Juli 2026
Jadwal Kapal Roro Banda Aceh–Sabang 27 Juli 2026: KMP BRR dan KMP Aceh Hebat 2 beroperasi, perjalanan sekita...
Harga Emas Hari Ini Turun, Investor Diminta Cermati
Harga emas domestik turun tipis pada 21 Juli 2026; Antam dan Pegadaian mencatat koreksi, sementara permintaa...
Al Azhar Memorial Garden: Pendampingan Keluarga untuk Pemakaman Islami
AMG menegaskan layanan pemakaman berpedoman syariat Islam dan pendampingan 24 jam bagi keluarga berduka saat...
Tips Memulai Bisnis Oriflame untuk Pemula: Cara Praktis dan Fleksibel
Younita Christian Berek berbagi tips memulai bisnis Oriflame: pahami produk, promosikan fleksibel, dan jaga...
Kepercayaan Pelanggan Jadi Modal Utama dalam Bisnis Oriflame
Pelayanan baik, komunikasi terbuka, dan pengalaman pribadi jadi modal utama membangun kepercayaan pelanggan...