IHSG Berpeluang Lanjut ke 5.800–6.000 Setelah Naik 7,57%
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu, 10 Juni 2026, setelah penutupan Selasa kemarin naik tajam 7,57% ke level 5.746,65. Kenaikan itu terjadi meski investor asing mencatat net sell sebesar Rp2,59 triliun.
Tekanan Penjualan Asing dan Saham Unggulan
Meski pasar menguat, aliran modal asing masih keluar. Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain:
- BBRI
- BBCA
- BMRI
- TPIA
- AMMN
Level Kunci dan Proyeksi
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyebut IHSG berpotensi menguji support di level 5.600. Jika level itu kuat, menurutnya, indeks bisa melanjutkan reli menuju 5.800–6.000.
"IHSG berpotensi tes support di 5.600. Jika kuat bertahan di level tersebut, IHSG dapat melanjutkan kenaikan dengan target di 5.800-6.000."
Katalis Eksternal: Meredanya Ketegangan Timur Tengah
Penguatan juga ditopang sentimen eksternal. Ada sinyal meredanya konflik antara Iran dan Israel, yang menekan harga minyak. Menteri Energi AS menyatakan trafik kapal di Selat Hormuz meningkat signifikan, sementara Presiden AS menyebut potensi tercapainya kesepakatan dengan Iran dalam beberapa hari.
Di pasar global, bursa AS melemah karena aksi jual pada saham teknologi dan produsen chip. Sebaliknya, bursa Asia mencatat penguatan, terutama sektor teknologi dan semikonduktor.
"Ini mendorong penguatan bursa saham di kawasan tersebut, dipimpin Kospi dari Korea Selatan yang melonjak hingga 8,2 persen," kata Fanny.
Sentimen Domestik: Kebijakan BI dan Koordinasi DPR
Di dalam negeri, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 5,5%. Keputusan ini memberi sentimen positif karena mendorong penguatan rupiah ke sekitar Rp18.065 per dolar AS.
"Kenaikan suku bunga di luar jadwal memberi sentimen positif ke pasar," ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Selain langkah BI, DPR melakukan koordinasi dengan sejumlah lembaga, termasuk BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen, Danantara, dan bank Himbara. Salah satu opsi yang dibahas adalah rencana buyback saham bank-bank BUMN yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
"Salah satu opsi yang dibahas adalah rencana buyback saham bank-bank BUMN yang tercatat di BEI," ujar Tim Phintraco.
Proyeksi dan Implikasi
Jika IHSG mampu mempertahankan level 5.600, peluang untuk mencapai rentang 5.800–6.000 terbuka. Namun penguatan masih rentan terhadap aksi jual asing dan volatilitas saham teknologi global. Perhatian investor selanjutnya akan tertuju pada data ekonomi dan langkah kebijakan lanjutan dari BI serta hasil koordinasi DPR dengan institusi terkait.
Berita Terkait
OJK Panggil Toyota Astra Financial terkait Dugaan Pelanggaran Penagihan
OJK memanggil Toyota Astra Financial Services atas dugaan pelanggaran penagihan kredit di Serang dan meminta...
Holding Perkebunan Ajak Generasi Muda Percepat Transformasi
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara ajak generasi muda aktif percepat transformasi industri perkebun...
Angkutan Peti Kemas KAI Naik 19,35% hingga Mei 2026
KAI catat kenaikan angkutan peti kemas 19,35% hingga Mei 2026, total 2.428.471 ton, dorong efisiensi logisti...
Pameran Swarna Wastra Nusantara Pacu Tren Fesyen Berkelanjutan
Pameran SWN 2026 di Jakarta dorong promosi wastra dan kriya, selaras dengan tren fesyen berkelanjutan dan di...
Pelanggan Kereta Compartment Suite KAI Naik 79,38% Jan–Mei 2026
Pelanggan Compartment Suite KAI naik 79,38% jadi 20.565 orang pada Jan–Mei 2026; penumpang kini mengutamakan...
SUV Misterius DFSK Tertangkap Kamera, Peluncuran Semakin Dekat
PT Sokonindo tertangkap menguji SUV misterius DFSK di Indonesia; desain mulai terlihat, tetapi detail dan sp...