Ekonomi

IHSG Anjlok 4,5% ke 5.342 pada Sesi II, Tekanan Jual Asing

Bagikan:
Grafik pergerakan IHSG turun 4,5 persen ke 5.342 pada 8 Juni 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 4,5 persen pada perdagangan Senin, 8 Juni 2026 di Bursa Efek Indonesia. Pada akhir sesi II, IHSG tercatat berada pada level 5.342,13 setelah melemah 252,62 poin. Pelemahan ini terutama dipicu oleh tekanan jual tinggi dari investor asing dan beragam spekulasi pasar.

Pergerakan pasar hari ini

IHSG dibuka di zona merah pada 5.486,31 dan sempat menyentuh level tertinggi harian 5.523,94 sebelum terus melemah sepanjang perdagangan. Pergerakan indeks bersifat fluktuatif, namun kecenderungan menurun mendominasi hingga penutupan.

Tekanan jual yang cukup besar membuat mayoritas saham berada di zona merah dan menekan sentimen pasar domestik.

Data perdagangan

Aktivitas transaksi relatif tinggi meski pasar melemah. Berikut ringkasan data perdagangan hari ini:

Keterangan Angka
Saham menguat 78
Saham melemah 661
Saham stagnan 78
Nilai transaksi Rp21,73 triliun
Volume perdagangan 32,52 miliar lembar
Frekuensi transaksi 2,2 juta kali

Tekanan dari investor asing

BNI Sekuritas mencatat aliran keluar modal asing sebagai salah satu faktor utama tekanan. Pada perdagangan Jumat, 5 Juni 2026 tercatat net foreign sell sebesar Rp3,72 triliun.

"IHSG masih dibayangi tekanan jual investor asing."

Kata kutipan di atas disampaikan oleh Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas. Menurutnya, beberapa saham yang menjadi target penjualan asing sepanjang periode terakhir adalah:

  • TPIA
  • BBCA
  • BMRI
  • ANTM
  • BBRI

Sentimen pasar dan prospek

Tim analis Phintraco Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG masih akan fluktuatif dalam waktu dekat. Pasar dipengaruhi oleh sejumlah spekulasi yang beredar di kalangan investor.

Salah satu isu yang menyita perhatian adalah kemungkinan Bank Indonesia menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) darurat. Selain itu, beredar rumor terkait pergantian pejabat tingkat tinggi, termasuk posisi Menteri Keuangan dan Gubernur BI. Isu-isu ini menambah ketidakpastian dan mendorong aksi jual sebelumnya.

Dengan tekanan jual asing yang masih kuat dan sentimen politik-moneter yang belum jelas, IHSG diperkirakan akan tetap rentan fluktuasi. Investor disarankan memantau perkembangan RDG BI dan pengumuman terkait kebijakan fiskal atau suksesi pejabat yang bisa memengaruhi pasar domestik.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait