IHSG Dibuka Menguat di 5.344,68; Analis Waspadai Tekanan Lanjutan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada level 5.344,68 pada perdagangan Selasa, 9 Juni 2026, namun analis memperingatkan tekanan pasar masih berlanjut. Kenaikan tipis sebesar 2,68 poin (0,05%) terjadi setelah penutupan hari sebelumnya yang melemah di tengah aliran keluar modal asing dan pelemahan rupiah.
Pembukaan pasar dan kondisi awal
Pada awal sesi, IHSG berada di zona hijau meski pergerakan masih terbatas. Kenaikan kecil ini mengikuti penurunan pada perdagangan Senin, 8 Juni 2026, ketika investor melakukan net sell asing. Sentimen global dan data domestik menjadi faktor penentu arah perdagangan hari ini.
Tekanan modal asing dan nilai tukar
Perdagangan sebelumnya tercatat adanya aliran keluar modal asing atau net sell sebesar Rp587 miliar. Sementara itu, nilai tukar rupiah sempat tertekan dan menyentuh level Rp18.188 per USD, menambah kekhawatiran pelaku pasar terhadap likuiditas dan stabilitas keuangan.
Analisis teknikal dan level kunci
Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai peluang pelemahan IHSG masih terbuka secara teknikal. Menurut tim tersebut, indeks berpotensi menguji level support berikutnya di kisaran 5.100.
"Sehingga potensi penurunan IHSG lebih lanjut masih berpeluang terbuka secara teknikal," ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas. "IHSG berpotensi menguji level support pada level 5.100."
Cadangan devisa turun, respons pasar
Pasar juga merespons negatif data cadangan devisa yang dirilis Bank Indonesia (BI). Cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 turun menjadi USD144,9 miliar dari USD146,2 miliar pada April 2026. Phintraco menyebut angka ini merupakan level terendah sejak Juni 2024.
"Penurunan ini terutama disebabkan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan upaya BI untuk menstabilkan rupiah," tambah tim analis tersebut.
Meski masih di atas standar kecukupan internasional setara pembiayaan tiga bulan impor, penurunan cadangan devisa yang berkepanjangan dapat menurunkan kepercayaan investor dan memengaruhi peringkat kredit.
Rekomendasi kebijakan dan prospek
Untuk meredam tekanan, analis menyarankan pemerintah memperkuat kepercayaan investor melalui kebijakan yang mendorong ekspor, mengurangi impor, dan menarik investasi asing. Beberapa langkah yang direkomendasikan antara lain:
- Peningkatan ekspor komoditas unggulan.
- Penyederhanaan regulasi untuk investasi asing.
- Kebijakan fiskal dan moneter yang terkoordinasi untuk stabilisasi nilai tukar.
Prospek jangka dekat IHSG akan bergantung pada aliran modal asing, perkembangan nilai tukar rupiah, serta data ekonomi domestik dan global yang dirilis dalam beberapa hari mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...