Nasional

Menkomdigi: Hentikan Penyebaran Hoaks yang Menimbulkan Ketakutan

Bagikan:
Menkomdigi Meutya Hafid memberi keterangan pers soal hoaks di kantor Kemkomdigi

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meminta agar penyebaran konten hoaks segera dihentikan. Pernyataan itu disampaikan saat konferensi pers di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026. Ia menyoroti beredarnya informasi palsu terkait aksi demonstrasi yang dinilai menimbulkan ketakutan di masyarakat.

Seruan hentikan hoaks

Meutya menegaskan bahwa peredaran informasi yang tidak akurat dapat memicu kecemasan dan mengubah perilaku warga. Ia menekankan, jika informasi benar maka boleh dibagikan, tetapi penyebaran data palsu untuk menakut-nakuti masyarakat harus dihentikan.

"Selama informasinya benar silahkan (dibagikan). Tapi jangan menyebarkan informasi palsu dengan keinginan untuk membuat ketakutan-ketakutan di tengah masyarakat dengan menggunakan sekali lagi data-data yang tidak benar,"

Pernyataan itu disampaikan untuk merespon konten hoaks belakangan ini yang mengaitkan demonstrasi dengan ancaman keamanan publik.

Dampak nyata bagi aktivitas sehari-hari

Meutya menyebut efek hoaks tidak hanya berdampak pada suasana politik, tetapi juga memengaruhi rutinitas individu. Ia mengungkap banyak warga menjadi enggan beraktivitas di luar rumah karena khawatir akibat informasi palsu tersebut.

"Karena informasi (hoaks) itu berdampak kepada keputusan orang per orang dari hari per hari. Ada yang menjadi takut keluar, ada yang menjadi khawatir ketika bekerja,"

Imbauan ini ditujukan agar publik tidak mudah terprovokasi dan tetap menggunakan akal sehat dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Hoaks dan makna demokrasi

Selain aspek keamanan, Meutya menilai praktik penyebaran hoaks juga mencederai nilai-nilai demokrasi. Ia menyebut tindakan tersebut tidak tepat, terutama saat bangsa tengah menyambut hari kemerdekaan.

"Nah ini menurut saya tidak tepat, tidak benar mencederai nilai-nilai demokrasi. Sungguh tidak mencerminkan semangat kita sebagai bangsa Gotong Royong, terutama menyambut Hari Kemerdekaan kita,"

Menurutnya, menjaga kebenaran informasi merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam mempertahankan semangat kebersamaan tersebut.

Imbauan dan langkah ke depan

Meutya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih cermat dalam mengecek sumber informasi sebelum menyebarkan konten. Ia juga menekankan perlunya kesadaran kolektif untuk menolak narasi yang dibuat untuk menimbulkan ketakutan.

Langkah pencegahan seperti verifikasi fakta dan penggunaan kanal resmi diharapkan mampu mengurangi dampak hoaks. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas sosial dan kualitas demokrasi jelang peringatan kemerdekaan.

Pesan utama dari pernyataan Menkomdigi adalah bahwa penyebaran informasi hoaks harus dihentikan demi keamanan publik dan kelangsungan nilai-nilai demokrasi.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait