Surabaya Hentikan Sementara Proyek Box Culvert Usai Kecelakaan
SURABAYA, 17 Juni 2026 — Wali Kota Eri Cahyadi memerintahkan penghentian sementara seluruh proyek saluran yang menggunakan box culvert di Kota Surabaya setelah insiden di Jalan Margorejo Indah yang menewaskan seorang perempuan lanjut usia. Keputusan diambil untuk mengevaluasi dan memperketat standar keselamatan sebelum pekerjaan dilanjutkan.
Penghentian dan tujuan pemeriksaan
Penghentian berlaku citywide sampai sistem pengamanan proyek dinyatakan memenuhi standar keselamatan. Pemerintah Kota (Pemkot) juga memerintahkan audit menyeluruh atas seluruh proyek gorong-gorong dan saluran yang sedang berjalan.
Langkah ini bertujuan menutup potensi bahaya bagi warga dan memastikan pelaksanaan pekerjaan lebih bertahap dan aman.
Hasil evaluasi awal dan temuan
Berdasarkan evaluasi awal, kontraktor telah memasang sejumlah sistem pengamanan. Namun pelaksanaannya dinilai belum maksimal sehingga masih menyisakan risiko bagi publik.
Pemkot menyebut konsultan pengawas dan pimpinan proyek sempat memberi peringatan kepada kontraktor, tetapi pekerjaan tetap berlanjut sebelum pengamanan terpenuhi secara penuh.
"Yang kedua, si kontraktor sudah melakukan pengamanan, tapi pengamanannya tidak maksimal atau tidak 100 persen,"
Perubahan metode dan tata kerja
Eri menekankan perubahan metode kerja untuk menghindari pengerukan terbuka dalam bentang panjang yang berisiko menimbulkan kecelakaan. Pengerjaan harus dilakukan bertahap: pengerukan, pemasangan box culvert, penutupan kembali, baru berpindah ke lokasi berikutnya.
"Setelah dikerjakan, dikeruk, dipasang, ditutup, baru bergerak lagi,"
Sanksi, pengawasan, dan deadline
Pemkot memberi peringatan bukan hanya kepada kontraktor, tetapi juga kepada pimpinan proyek (pimpro), pejabat pembuat komitmen (PPK), dan kepala dinas terkait. Tanggung jawab keselamatan dianggap kolektif antara pelaksana dan pengawas.
Eri menegaskan ada ancaman sanksi tegas jika perbaikan pengamanan tidak selesai dalam tenggat yang ditentukan.
"Jika sampai dengan Kamis belum selesai pengamanannya, maka kita akan berikan sanksi untuk dicopot kepala dinas-nya dan pimpronya atau kepala bidangnya,"
Audit dokumen dan prospek lanjutan
Selain audit lapangan, Pemkot akan meninjau kembali dokumen Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) untuk memastikan seluruh ketentuan keselamatan diterapkan. Saat ini tercatat sekitar delapan hingga sepuluh proyek gorong-gorong skala besar masih berlangsung di berbagai wilayah Surabaya, ditambah sejumlah proyek saluran berskala lebih kecil.
Eri menegaskan keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Evaluasi dan pengetatan aturan dilakukan demi mencegah terulangnya kejadian serupa.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Tiga Pilar Cup Ngawi Dongkrak UMKM dan Dukung Persinga
Turnamen Tiga Pilar Cup Ngawi menarik penonton, memasuki babak delapan besar, dan menggerakkan UMKM serta du...
Surabaya Abaikan Desil sebagai Acuan Bansos, Verifikasi Dilakukan Langsung
Pemkot dan DPRD Surabaya sepakat desil tak lagi jadi patokan bansos; verifikasi dilakukan lewat forum RT ter...
Puan Atur Pertemuan Prabowo–Megawati Bersama PDIP dan Gerindra
Puan Maharani akan mengatur pertemuan lanjutan antara Prabowo dan Megawati bersama PDIP dan Gerindra usai ku...
Sumenep Gelar Turnamen Sepak Bola Antar-SD 1 Oktober 2026
Pemkab Sumenep menggelar turnamen sepak bola antar-SD pada 1 Oktober 2026 untuk memetakan talenta lokal dan...
Surabaya Tetapkan Prioritas RAPBD 2027: Pendidikan, Kesehatan, Rutilahu
Pemkot Surabaya prioritaskan pendidikan, kesehatan, dan Rutilahu dalam RAPBD 2027 senilai Rp12,825 triliun u...
Prabowo Datangi Rumah Megawati untuk Takziah Guruh
Presiden Prabowo mendatangi kediaman Megawati pada 28/9/2026 untuk menyampaikan takziah atas wafatnya Guruh,...