Said Abdullah: PDIP Tak Terlibat Aksi Demonstrasi Mahasiswa
Said Abdullah, Ketua DPP PDI Perjuangan dan Ketua Badan Anggaran DPR RI, menegaskan partainya tidak terlibat sama sekali dalam aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung belakangan. Pernyataan itu disampaikan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026), untuk merespon spekulasi yang mengaitkan PDIP dengan unjuk rasa mahasiswa. Ia juga mendorong pemerintah lebih terbuka menerima kritik dan memperbaiki komunikasi kebijakan kepada publik.
PDIP bantah keterlibatan
Said menyatakan, sesuai arahan Ibu Ketua Umum, partai menghormati independensi gerakan mahasiswa. Ia menegaskan kader maupun anggota partai tidak mengorganisasi atau mengarahkan demonstrasi tersebut.
"Dipastikan, PDI Perjuangan sesuai dengan perintah Ibu Ketua Umum tidak ada keterlibatan sama sekali dalam berbagai demonstrasi, baik yang lalu maupun aksi adik-adik mahasiswa baru-baru ini. Baik itu sebagai kader maupun sebagai anggota."
Selain itu, Said mengingatkan agar kehadiran tokoh tertentu di lokasi aksi tidak langsung diartikan sebagai mobilisasi politik. Menurutnya, hubungan personal atau kekeluargaan tidak serta-merta menjadi bukti keterkaitan gerakan mahasiswa dengan partai politik.
Mahasiswa sebagai pemikir mandiri
Said menegaskan mahasiswa adalah kelompok intelektual dengan pemikiran mandiri. Karena itu tudingan bahwa mahasiswa dapat diarahkan oleh partai politik menurutnya tidak berdasar.
"Mengorganisasi atau mengarahkan mahasiswa untuk berdemo itu di luar jangkauan kami. Lagipula, mahasiswa adalah kelompok intelektual yang memiliki pemikiran mandiri dan tidak bisa diperintah-perintah."
Imbauan kepada pemerintah
Selain membantah keterlibatan partai, Said meminta pemerintah menyikapi kritik sebagai bagian dari dinamika demokrasi. Ia menilai pemerintah sebenarnya telah memberi respons terhadap sejumlah kritik. Namun tantangannya terletak pada bagaimana respons itu dikomunikasikan kepada publik.
"Pemerintah terbuka saja terhadap kritik itu. Dan penting bagi pemerintah menjadi pendengar yang baik," ujarnya. Said mendorong agar aspirasi mahasiswa diserap dan dijadikan bahan evaluasi serta masukan dalam penyusunan kebijakan publik.
Prospek dialog dan penutup
Said mengakui masih ada kebijakan yang perlu diperbaikan, termasuk tata kelola program pemerintah. Ia memuji langkah pembenahan yang mulai dilakukan melalui evaluasi dan konsolidasi internal.
Ia menekankan pentingnya menjaga ruang dialog yang sehat antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, selama demonstrasi berlangsung damai dan aspiratif, hak konstitusional tersebut harus dihormati dan bisa menjadi energi positif untuk memperbaiki kebijakan.
Untuk informasi lanjutan terkait publikasi partai, lihat tautan resmi berikut: Google News publikasi PDI Perjuangan Jawa Timur.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Tiga Pilar Cup Ngawi Dongkrak UMKM dan Dukung Persinga
Turnamen Tiga Pilar Cup Ngawi menarik penonton, memasuki babak delapan besar, dan menggerakkan UMKM serta du...
Surabaya Abaikan Desil sebagai Acuan Bansos, Verifikasi Dilakukan Langsung
Pemkot dan DPRD Surabaya sepakat desil tak lagi jadi patokan bansos; verifikasi dilakukan lewat forum RT ter...
Puan Atur Pertemuan Prabowo–Megawati Bersama PDIP dan Gerindra
Puan Maharani akan mengatur pertemuan lanjutan antara Prabowo dan Megawati bersama PDIP dan Gerindra usai ku...
Sumenep Gelar Turnamen Sepak Bola Antar-SD 1 Oktober 2026
Pemkab Sumenep menggelar turnamen sepak bola antar-SD pada 1 Oktober 2026 untuk memetakan talenta lokal dan...
Surabaya Tetapkan Prioritas RAPBD 2027: Pendidikan, Kesehatan, Rutilahu
Pemkot Surabaya prioritaskan pendidikan, kesehatan, dan Rutilahu dalam RAPBD 2027 senilai Rp12,825 triliun u...
Prabowo Datangi Rumah Megawati untuk Takziah Guruh
Presiden Prabowo mendatangi kediaman Megawati pada 28/9/2026 untuk menyampaikan takziah atas wafatnya Guruh,...